“Berteduh” di Monpera, Cara Komunitas Balikpapan Menumbuhkan Minat Baca

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:58 WIB
Tim Literasi SKAKES Balikpapan menggelar kegiatan “Berteduh” dengan membaca buku bersama di ruang terbuka. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)
Tim Literasi SKAKES Balikpapan menggelar kegiatan “Berteduh” dengan membaca buku bersama di ruang terbuka. (NURON SETYA WIJAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menurunnya minat membaca menjadi perhatian di tengah upaya membangun kebiasaan literasi sejak usia sekolah. Merespons kondisi tersebut, Tim Literasi SKAKES, komunitas literasi di SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, mengajak peserta kembali mendekatkan diri dengan buku melalui kegiatan “Berteduh” atau Bersantai, Rehat, dan Teduh Bersama Buku.

Kegiatan tersebut digelar di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan Ulu, Balikpapan.

Aktivitas membaca sengaja dibawa keluar dari suasana kelas dan dikemas dalam suasana yang lebih santai. Peserta mengikuti silent reading, permainan, hingga sharing session sebagai bagian dari kegiatan bersama.

Baca Juga: Mutasi Polri Juli 2026: 26 Brigjen Pol Bergeser, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

Perwakilan Tim Literasi SKAKES, Lita, mengatakan komunitas tersebut merupakan salah satu program kesiswaan di SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan.

Komunitas itu dibentuk untuk menghimpun siswa yang memiliki ketertarikan terhadap buku sekaligus mendorong agar membaca menjadi kebiasaan.

“Ini untuk meningkatkan minat baca, termasuk hobi baca. Di sini kami mengumpulkan siswa-siswa yang memang punya hobi baca,” kata Lita.

Menurut Lita, perhatian terhadap minat baca menjadi salah satu alasan kegiatan literasi terus dijalankan di lingkungan sekolah. Komunitas tidak hanya mengandalkan aktivitas membaca dalam pembelajaran, tetapi juga menyediakan ruang khusus bagi siswa yang ingin berinteraksi dengan buku berdasarkan ketertarikan mereka.

Kegiatan internal komunitas dilaksanakan setiap pekan. Sementara itu, pertemuan bulanan dikemas dengan aktivitas yang memungkinkan peserta membaca bersama sekaligus mengikuti kegiatan pendukung.

Pola tersebut membuat kegiatan literasi tidak berhenti pada rutinitas membaca. Peserta juga mendapatkan pengalaman yang lebih beragam dalam setiap pertemuan.

Baca Juga: 15 Ucapan Hari Veteran Nasional 2026 yang Inspiratif dan Penuh Apresiasi, Penghormatan para Pejuang

Kegiatan “Berteduh” di Monpera menjadi salah satu bentuk pendekatan tersebut. Di tengah suasana kawasan Monpera, peserta membawa dan membaca buku masing-masing dalam sesi silent reading.

Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan permainan dan berbagi pengalaman melalui sharing session.

Bagi Lita, suasana menjadi bagian penting dalam membangun ketertarikan terhadap aktivitas membaca. Menurutnya, pendekatan yang terlalu formal bukan satu-satunya cara untuk memperkenalkan buku kepada anak-anak dan pelajar.

“Baca itu tidak cuma di ruang tertutup. Ternyata kita bisa lakukan di ruang terbuka,” ujarnya.

Pemilihan Monpera membuat kegiatan membaca berlangsung dalam suasana berbeda dari aktivitas literasi di sekolah. Peserta dapat duduk bersama, membaca, kemudian berinteraksi melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan.

Buku tetap menjadi pusat kegiatan. Sementara itu, aktivitas lainnya digunakan untuk menjaga suasana agar tetap hidup dan menyenangkan.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai jenjang. Siswa kelas 10, 11, dan 12 mengikuti kegiatan bersama alumni, guru, pegiat literasi Balikpapan, serta anak-anak tingkat sekolah dasar.

Kegiatan membaca bersama tersebut memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap buku dapat diperkenalkan kepada peserta dari berbagai usia. Setiap peserta tetap memiliki ruang untuk membaca sesuai pilihannya sebelum mengikuti aktivitas bersama.

Lita mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat membaca lebih dekat dengan keseharian peserta. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak cukup hanya diperkenalkan melalui kewajiban akademik.

Kebiasaan tersebut juga perlu dibangun melalui aktivitas yang membuat peserta merasa nyaman ketika berinteraksi dengan buku.

Baca Juga: Daftar 10 Lagu Nasional untuk Upacara 17 Agustus dan Nama Penciptanya

Harapan itu menjadi alasan komunitas terus menjalankan pertemuan secara rutin. Di sekolah, kegiatan literasi dilakukan setiap minggu. Sementara itu, pertemuan bulanan digunakan untuk menghadirkan suasana dan aktivitas yang berbeda.

Selain membaca, lingkungan komunitas juga memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk menghasilkan karya. Sejumlah buku karya siswa maupun guru telah dicetak dan dipajang di sekolah.

Salah satu karya tersebut merupakan buku fiksi yang dibuat oleh alumni dan kemudian dicetak dengan dukungan sekolah.

Keberadaan karya-karya tersebut menjadi bagian lain dari aktivitas yang tumbuh dari komunitas literasi. Peserta tidak hanya ditempatkan sebagai pembaca, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal proses menghasilkan tulisan dan buku.

Meski demikian, kegiatan utama komunitas tetap diarahkan pada upaya menumbuhkan kebiasaan membaca. Lita berharap kegiatan yang dilakukan secara konsisten dapat membuat peserta semakin terbiasa meluangkan waktu untuk membaca, baik dalam kegiatan komunitas maupun di luar kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebiasaan membaca memiliki keterkaitan dengan proses pendidikan. Semakin sering peserta berinteraksi dengan bacaan, semakin banyak pula kesempatan mereka memperoleh informasi dan mengenal berbagai gagasan dari buku yang dibaca.

“Harapannya semoga dengan membaca tingkat kemampuan secara pendidikan juga lebih meningkat,” katanya.

Bagi Tim Literasi SKAKES, kegiatan “Berteduh” menjadi salah satu cara untuk menjaga agar aktivitas membaca tetap menarik bagi peserta. Konsep membaca bersama yang dipadukan dengan suasana santai membuat buku tidak ditempatkan hanya sebagai bagian dari kegiatan belajar.

Buku juga dapat menjadi teman untuk mengisi waktu.

Lita berharap kegiatan semacam itu dapat terus berjalan secara konsisten. Dengan rutinitas yang terjaga, minat terhadap buku diharapkan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan komunitas, tetapi perlahan menjadi kebiasaan dalam keseharian peserta.

Melalui kegiatan di Monpera, Tim Literasi SKAKES mencoba menghadirkan kembali aktivitas membaca dalam bentuk yang lebih dekat dan menyenangkan.

Di tengah perhatian terhadap minat baca yang dinilai menurun, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya komunitas menjaga kebiasaan membaca tetap tumbuh melalui pertemuan rutin dan aktivitas yang dekat dengan peserta. (*)

Editor : Ery Supriyadi
literasi Balikpapan Tim Literasi SKAKES kegiatan membaca SMK Kesehatan Airlangga minat baca