KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Event garapan Plaza Balikpapan, Borneo Culture Week, kian dikenal secara luas. Pasalnya, agenda ini bahkan masuk ke dalam kalender event dalam website Indonesia Travel (Wonderful Indonesia) milik Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Mengacu hal ini, General Manager Plaza Balikpapan Aries Adriyanto mengaku bangga dan tak mengira event ini sudah bisa dilihat tak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga wisatawan asing.
“Cukup terkejut juga, ternyata event ini masuk di website resmi Kemenpar. Tentu sangat bersyukur,” ujarnya.
Baca Juga: Sebaru Fun Run 2026: Ajakan Berolahraga Warga Balikpapan, Hadirkan Artis T2
Di sisi lain, Aries menyebut bahwa ini menjadi tantangan ke depannya. Terlebih misi selanjutnya adalah bisa kembali lolos dalam kurasi program unggulan Kemenpar, Karisma Event Nusantara (KEN). Di mana sebelumnya, Borneo Culture Week sudah diajukan namun belum berhasil lolos.
Dijelaskan Aries, ada beberapa penilaian yang mesti dilewati untuk bisa lolos. Selain tingkat kunjungan, materi yang disampaikan, soal volume sampah pun jadi hal yang mesti diperhatikan.
“Dari event ini dilihat apakah sampahnya banyak atau sedikit. Kalau banyak berarti sifatnya masih lokal, tapi kalau sedikit berarti dikuti oleh wisatawan asing karena memang masalah sampah kan mereka menjaga sekali. Ini yang kami belum lolos,” tambahnya.
Baca Juga: Gedung Baru DPRD Balikpapan Mulai Difungsikan, Anggota Dewan Fokus Optimalkan Pelayanan Warga
Tantangan lain, kata dia, adalah bagaimana mengakomodir semua budaya yang ada di Balikpapan nantinya. Mau tidak mau harus dikurasi, mana-mana yang layak tampil atau tidak.
Akan tetapi, bagi Aries ini jadi tantangan dari tahun ke tahun. Sebab semakin tahun, para talenta ini semakin membaik, sehingga semakin susah untuk memilih.
“Karena keterbatasan waktu, tempat, kami juga tidak bisa menampilkan semuanya. Jadi harus bergilir, tahun ke tahun. Karena kualitasnya semakin baik, kami akhirnya agak kesulitan juga,” imbuh dia.
Yang jelas, ia mengaku punya rasa lebih lagi karena sudah masuk di website Kemenpar. Tentu, mereka harus menjaga kualitas, atau bahkan lebih ditingkatkan lagi ke depan.
Ditambah lagi, lanjutnya, nanti akan dihadirkan pula mal baru, Central Park Borneo Bay. Di mana, sudah diberikan target event yang dihadirkan harus sama atau identik dengan Central Park Jakarta.
“Jelas ini bukan pekerjaan mudah. Materinya pun juga mau tidak mau harus pakai vendor-vendor yang nasional, karena selama ini pakai vendor yang lokal. Yang jelas itu adalah salah satu tantangan terberat kami,” pungkas dia. (*)
Editor : Duito Susanto