BALIKPAPAN – Mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai menurunkan debit air baku, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan langkah taktis. Perusahaan Daerah (Perusda) penyedia air bersih ini berencana memanfaatkan pasokan air dari Embung Wain.
Saat ini, proses produksi air bersih di Balikpapan dilaporkan masih berjalan normal. Meski begitu, PTMB telah diminta untuk mulai mengendalikan tingkat produksi sebagai langkah antisipasi.
"Saat ini sudah terjadi defisit air, tetapi penurunan debit masih berada dalam batas wajar," ungkap Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin.
Dalam kondisi normal, ketinggian debit air di Waduk Manggar biasanya berada di atas 10 meter. Namun, berdasarkan pantauan PTMB pada Senin (10/8/2026), ketinggian air mengalami penurunan sedikit hingga menyentuh level 9 meter.
Guna menentukan langkah penanganan resmi, PTMB dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV pada Selasa (11/8/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan analisis pemakaian air sekaligus berkoordinasi dengan BWS selaku pemegang otoritas perizinan pemanfaatan air baku.
Sebagai informasi, Waduk Manggar dan Bendungan Teritip merupakan dua waduk tadah hujan yang menjadi penopang utama pasokan air baku bagi masyarakat Kota Balikpapan. Batas aman kuota produksi air akan diputuskan setelah berdiskusi dengan BWS.
"Harapannya penurunan debit tidak sampai masuk ke level yang parah," jelas Yudhi.
Misal pada kondisi ideal, Waduk Manggar mampu memproduksi air bersih hingga 1.150 liter per detik. Kini PTMB menargetkan angka produksi tetap terjaga di level 1.050 liter per detik, atau hanya berkurang sekitar 100 liter per detik.
Untuk menutup selisih produksi tersebut, PTMB mengandalkan opsi pemanfaatan Embung Wain. Dalam rapat bersama BWS Kalimantan IV nanti, PTMB juga akan mengajukan izin operasional penggunaan air di kawasan tersebut.
"Kami menyiapkan instalasi pengolahan air (IPA) mobile untuk memaksimalkan produksi di Embung Wain," imbuh Yudhi.
Dia berharap skenario ini berjalan efektif sehingga layanan distribusi air kepada pelanggan tidak terganggu dan tidak perlu sampai memberlakukan penggiliran aliran air.
"Semoga pasokan tetap aman dan cukup, serta bisa dibantu dengan distribusi tambahan menggunakan armada tangki air langsung ke pelanggan," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani