KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengkaji wacana pembentukan museum sejarah daerah. Langkah ini diambil untuk menghimpun berbagai situs, artefak, dan arsip bersejarah Kota Minyak dalam satu wadah edukasi yang terintegrasi.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Balikpapan belum memiliki museum khusus yang merangkum rekam jejak sejarah kota.
Padahal, kota ini kaya akan peninggalan bersejarah, seperti Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Rumah Dahor, hingga dokumen dan foto masa lalu di perpustakaan daerah.
"Saya sempat bertemu dengan Danlanal, ternyata ada juga dokumentasi perang di Teluk Balikpapan. Informasi dan rekam sejarah ini sangat penting sebagai bahan edukasi bagi anak cucu kita," ujar Bagus kepada Kaltim Post.
Baca Juga: Pembangunan Lapangan HOP 1 Bontang Dikebut, DPRD Dorong Panggung Seni Jadi Prioritas
Guna menekan anggaran dan menghindari pembangunan gedung baru dari nol, Pemkot Balikpapan berencana memanfaatkan aset yang sudah tersedia. Salah satu lokasi yang dinilai paling representatif dan sesuai peruntukan adalah Gedung Kesenian Balikpapan.
Bagus menegaskan, proses pengerjaan nantinya difokuskan pada revitalisasi sebagian area bangunan yang ada. Pemkot Balikpapan juga berupaya agar pendanaan proyek ini tidak membebani APBD, melainkan memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat.
"Kami akan kaji beberapa masukan lokasi. Saya juga sudah berdiskusi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rencananya kami dorong melalui bantuan pemerintah pusat," jelasnya.
Keberadaan museum ini diharapkan dapat menjaga memori kolektif generasi muda agar tidak melupakan asal-usul pembentukan Kota Balikpapan. Selain berfungsi sebagai fasilitas edukasi, museum tersebut diyakini berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah baru di Kaltim.
Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Dicek Jelang Masa Pemeliharaan Berakhir, Banyak Catatan Harus Diperbaiki
Pemkot Balikpapan optimistis usulan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. “Target pelaksanaan revitalisasi dimulai pada tahun 2028,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo