Jalan hingga Ramp Door Perlu Perbaikan, Pelabuhan Feri Kariangau Balikpapan Diadang Masalah Anggaran

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)
Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)

KALTIMPOST.ID-Sejumlah fasilitas di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, masih membutuhkan pembenahan.

Mulai kondisi jalan di dalam kawasan pelabuhan, penerangan, ramp door, hingga keterbatasan personel yang berjaga di area pintu masuk.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Pelabuhan Kariangau Carlos Makin mengatakan, pembenahan jalan belum dapat dilakukan secara maksimal karena terkendala status aset.

Lahan darat yang digunakan pelabuhan belum sepenuhnya dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan.

Proses hibah saat ini masih berjalan dan telah memasuki tahapan pengukuran pra-kadastral oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk proses penerbitan sertifikat.

Baca Juga: Dari Ruang Kelas ke Aksi Hijau: Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Bahasa di SMA 1 Loa Kulu

“Kalau kita mau bangun di tempat orang, terkena aset, enggak bisa itu secara aturan,” kata Carlos, Senin (10/8).

Menurutnya, sebagian jalan sebelumnya telah mendapatkan perbaikan dengan memanfaatkan sisa pekerjaan jalan yang dilakukan pemerintah provinsi di luar kawasan pelabuhan.

Namun, penanganan tersebut belum maksimal dan sebatas membantu kelancaran kendaraan keluar-masuk.

Beban kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas juga turut memengaruhi kondisi jalan. “Cuma hanya menolong biar semua unit itu bisa naik. Kendaraan yang lewat di pelabuhan tonasenya ngeri,” ujarnya.

Persoalan lain terdapat pada penerangan. Carlos membenarkan ada lampu yang tidak berfungsi akibat kabel putus. Kerusakan tersebut akan diupayakan segera diperbaiki karena tidak membutuhkan anggaran terlalu besar.

Sementara kondisi ramp door juga mengalami kerusakan. Pengelola selama ini melakukan penanganan sementara. Tetapi pembenahan menyeluruh belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga: PT Duta Manuntung Desak KY Beri Kepastian Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim PN Balikpapan

“Kami sudah upayakan tempel tambal, tempel tambal. Memang terkendala anggaran,” katanya.

Keterbatasan juga terjadi pada jumlah personel. Carlos mengatakan, sebelumnya terdapat petugas keamanan dan lalu lintas di area depan pelabuhan.

Namun, pengurangan personel membuat petugas yang tersedia harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan operasional selama 24 jam.

Dari 38 personel yang tersedia, mereka harus dibagi menjadi empat regu. Kondisi tersebut membuat pengelola harus menentukan titik pengamanan yang menjadi prioritas.

“Dari 38 orang itu kan kita harus bagikan empat regu. Jadi sebetulnya pengaruhnya di situ,” jelasnya.

Pengelola akan mengupayakan penempatan personel keamanan untuk membantu penjagaan di pintu masuk. Pembenahan berskala kecil, termasuk penerangan dan pengaturan petugas, juga akan diprioritaskan.

Carlos mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Anggaran yang tersedia harus diarahkan terlebih dahulu untuk kebutuhan operasional yang paling mendesak agar pelayanan pelabuhan tetap berjalan. (rd)

Editor : Romdani.
ibu kota nusantara pemangkasan anggaran Pelabuhan Feri Kariangau Penajam Pelabuhan Feri Kariangau Kutai Barat