Kumpulkan Generasi Muda dan Tenaga Pendidik, GANAS ANNAR Serukan Perangi Narkoba

M Ibrahim • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:29 WIB
PENCEGAHAN: Edukasi dan informasi dijelaskan pada sejumlah narasumber terkait pencegahan peredaran narkoba.
PENCEGAHAN: Edukasi dan informasi dijelaskan pada sejumlah narasumber terkait pencegahan peredaran narkoba.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Semua elemen menyerukan gerakan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kaltim. Ini terungkap dalam acara dialog Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu. Ada pula Sekretaris MUI Kaltim Ustad Machnun Husni dan Ahamat Fadholi, dari bidang Pencegahan dan Pemberdayaan BNNP Kaltim.

Penindakan terhadap pelaku peredaran gelap narkotika harus berjalan beriringan dengan edukasi dan pencegahan sejak dini. Sebagai Dirresnarkoba Polda Kaltim, Romylus menjadi salah satu figur penting dalam kegiatan edukasi tersebut.

Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Perwali Jam Edar Bakal Diterbitkan, "Raksasa Jalanan" yang Melanggar Diancam Denda Rp 5 Juta

Peserta diajak tidak menutup mata terhadap potensi penyalahgunaan narkoba. Kepedulian terhadap keluarga, teman dan orang-orang di lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam membangun benteng sosial.

Pencegahan juga tidak bisa hanya dilakukan setelah seseorang terjerumus. Edukasi mengenai bahaya narkotika harus dilakukan sejak dini, terutama kepada pelajar dan mahasiswa yang berada pada fase penting pembentukan karakter dan masa depan.

Talk show diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai SMP, SMA, SMK dan organisasi kemasyarakatan.  Termasuk santri pondok pesantren dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

Selain lembaga pendidikan, unsur pondok pesantren, majelis taklim, takmir masjid dan organisasi perempuan turut ambil bagian.

Baca Juga: Sungai Mahakam Surut Buat Sembako Langka, Gubernur Rudy Mas’ud Minta Buka Jalur Darat Mahulu

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut memperlihatkan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ganas mendorong agar edukasi mengenai bahaya narkotika semakin diperluas melalui lingkungan keagamaan. Ulama, dai, tokoh agama, majelis taklim dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada masyarakat.

“Generasi muda perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai bahaya narkotika, sekaligus memiliki keberanian untuk menolak berbagai bentuk ajakan atau pengaruh negatif,” seru Romylus.

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena pelajar dan mahasiswa merupakan kelompok yang berada pada fase pembentukan karakter dan menentukan arah masa depan.

“Membutuhkan keterlibatan orangtua, guru, tokoh agama, organisasi masyarakat serta lingkungan pergaulan agar tak terjerumus narkoba,” tuturnya.

Keluarga menjadi salah satu benteng paling penting dalam mencegah generasi muda terjerumus narkoba. Orangtua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan meningkatkan kepedulian terhadap perubahan perilaku.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Bontang, Pemkot Panggil Seluruh SPPG dan Sekolah untuk Perketat Pengawasan

Lingkungan pertemanan juga perlu menjadi perhatian karena pengaruh sosial dapat membentuk keputusan seorang anak atau remaja.

Karena itu, perang terhadap narkoba bukan hanya tugas polisi dan BNN. Sekolah, keluarga, pesantren, perguruan tinggi, tokoh agama dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama.

Pada akhirnya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas dan memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman, termasuk narkotika. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pencegahan narkoba Kaltim GANAS ANNAR MUI Kaltim bahaya narkoba generasi muda polda kaltim narkoba balikpapan