Program MBG di Balikpapan Kian Meluas, 36 SPPG Beroperasi dan Target Capai 80 Unit

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:29 WIB
MELUAS: Persiapan akhir di dapur SPPG di Jalan Somber Baru. (ANGGI/KP)
MELUAS: Persiapan akhir di dapur SPPG di Jalan Somber Baru. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejak resmi digulirkan pada Februari 2025, sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah berdiri dan beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.

​Selain unit yang sudah berjalan, terdapat 10 SPPG lain yang saat ini berada dalam tahap persiapan akhir menuju operasional.

​Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Balikpapan, Laila Suci Pradita, mengungkapkan bahwa pembangunan fisik SPPG masih terus berjalan aktif. Saat ini, sekitar 30 unit dapur MBG baru sedang dalam tahap pengerjaan demi memastikan pemerataan program di seluruh sudut kota.

Baca Juga: Wawali Balikpapan Tinjau Dapur MBG , Tegaskan Komitmen Angkat Ekonomi Petani dan UMKM Lokal

​"Total keseluruhan target kami nantinya akan berdiri sekitar 70 hingga 80 SPPG di Balikpapan," ujar Laila.

​Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan berlokasi di Jalan Somber Baru, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Pembangunan fisik di lokasi tersebut telah rampung 100 persen dan sebagian besar peralatan pendukung telah tiba. Fasilitas ini siap beroperasi penuh setelah BGN menunjuk kepala SPPG resmi.

​Proses rekrutmen personel dapur saat ini tengah berlangsung dengan target mulai beroperasi paling lambat September. Pada tahap awal, dapur ini ditargetkan memproduksi 1.000 porsi makanan bergizi per hari, sebelum ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 2.000 porsi penerima manfaat.

Baca Juga: Diduga Sakit Hati Sering Diolok, Pegawai Kontrak Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menjelaskan bahwa pengelolaan SPPG melibatkan kerja sama antara yayasan dan mitra lokal, mulai dari penyediaan lahan, bangunan, peralatan, hingga tenaga kerja dapur.

​Terkait skema penyaluran, Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan batasan jangkauan agar kualitas dan kesegaran Makanan Bergizi Gratis tetap terjaga.

​"Sasaran penerima berada dalam radius maksimal 6 kilometer dari dapur MBG. Aturannya, proses distribusi tidak boleh lebih dari 1 jam ke sekolah-sekolah di sekitarnya," terang Bagus.

​Bagus menambahkan, pihak BGN dan SPPG yang akan menentukan daftar sekolah penerima manfaat secara tepat sasaran. Berdasarkan tinjauan lapangan, seluruh fasilitas dapur dipastikan sudah memenuhi standar kebersihan dan kelaikan operasional.

​Meskipun lokasi dapur berada di sekitar kawasan industri, higienitas area masak tetap terjamin. Pemkot Balikpapan akan memastikan limbah operasional dikelola dengan baik melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) internal sehingga tidak mencemari lingkungan ekosistem mangrove di sekitarnya. (*)

Editor : Duito Susanto
dapur SPPG pemkot balikpapan Makan Bergizi Gratis Bagus Susetyo balikpapan utara