BALIKPAPAN- Polda Kaltim menetapkan status siaga penuh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ratusan personel siaga. Apel kesiapan personel dipimpin Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo di Lapangan M Jasin Mako Sat Brimob Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (11/8/2026).
Polda Kaltim memastikan bahwa ribuan personel beserta alat utama (alut) penanganan kebakaran telah disiagakan penuh.
“Untuk saat ini, sekitar sepertiga dari total kekuatan 6.000 personel gabungan sudah masuk dalam plot kesiapsiagaan karhutla, lengkap dengan dukungan armada taktis,” terang Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi.
Pihaknya kedepankan fungsi deteksi dini dan imbauan pencegahan terlebih dahulu. Namun, jika situasi di lapangan membesar dan membutuhkan penanganan darurat, seluruh kekuatan personel siap dikerahkan.
Perwira melati tiga ini mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Tindakan hukum yang cepat dan profesional akan langsung diambil jika ditemukan adanya unsur kesengajaan yang berdampak luas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim merilis data mencengangkan terkait eskalasi kebakaran lahan yang terjadi sepanjang tahun 2026, khususnya memasuki bulan Agustus.
“Hingga 10 Agustus 2026, total ada 196 kasus kebakaran lahan di Kaltim sejak awal tahun. Agustus ada 71 kejadian,” tambah Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan.
Situasi diprediksi akan jauh lebih menantang karena curah hujan di separuh wilayah Kaltim saat ini berada jauh di bawah normal.
“Puncaknya diperkirakan terjadi pada September nanti, di mana curah hujan diproyeksikan sangat minim, berkisar nol hingga 20 milimeter saja. Kekeringan ekstrem otomatis memperbesar potensi api menjalar cepat,” paparnya. (*)