KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Tugas pembinaan teritorial yang dijalankan Kodim 0905/Balikpapan tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Berbagai program yang dijalankan menyasar kebutuhan warga, mulai dari akses air bersih, rumah tidak layak huni, jembatan hingga penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung mengatakan, pembinaan teritorial merupakan bagian dari tugas satuan kewilayahan dalam menjalankan operasi militer selain perang (OMSP).
Pelaksanaannya diarahkan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang berada di wilayah tugas. “Intinya kita satuan kewilayahan ini melaksanakan pembinaan teritorial. Tugas kita adalah mengatasi kesulitan rakyat yang berada di wilayah kita,” tegas Denny.
Baca Juga: Relawan dan Pendukung Dilarang Ikut Laporkan! MK Kunci Delik Penghinaan Presiden Hanya untuk Korban
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi dasar dalam menentukan program yang dijalankan Kodim. Artinya, program tidak semata-mata ditentukan dari sisi pembangunan, tetapi terlebih dahulu melihat persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat di lapangan.
Denny menyebut sejumlah program telah dilaksanakan maupun masih dalam tahap pengerjaan. Di antaranya pembangunan sumur bor, Jembatan Garuda, rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan Koperasi Merah Putih.
Untuk program RTLH, Kodim 0905/Balikpapan telah menyelesaikan pembangunan tiga rumah. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), dengan lokasi pembangunan berada di wilayah Balikpapan Timur dan Kelurahan Karang Joang.
Baca Juga: Pawai Pembangunan Ditiadakan, Semarak HUT RI Dialihkan ke Kelurahan
“Untuk RTLH, kemarin target yang kita kerjakan ada tiga dan semuanya sudah selesai. Lokasinya berada di Balikpapan Timur dan ada juga di Kelurahan Karang Joang,” jelasnya.
Sementara itu, pembangunan sumur bor menjadi salah satu bentuk respons terhadap persoalan keterbatasan air bersih yang masih dihadapi sebagian masyarakat Balikpapan.
Kodim memilih kawasan Lamaru sebagai salah satu lokasi pembangunan sumur bor setelah melihat kondisi masyarakat yang kesulitan memperoleh air, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Denny mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian karena masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air.
“Kalau musim kemarau, mereka bisa sampai membeli atau menyewa tangki untuk memasukkan air ke tempat penampungan masing-masing. Karena itu kami berinisiatif melaksanakan program air bersih atau sumur bor,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, pelaksanaan program juga dirancang melibatkan masyarakat. Konsep padat karya membuat warga sekitar ikut terlibat dalam proses pembangunan, khususnya untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian teknis khusus.
Menurut Denny, keterlibatan masyarakat memberikan manfaat ganda. Warga tidak hanya memperoleh fasilitas yang dibangun, tetapi juga mendapatkan penghasilan tambahan selama proses pengerjaan.
Baca Juga: Sempol Ikan Bikin Lidah Gatal, MBG SPPG Bontang Utara 4 Setop Distribusi 2.651 Porsi
“Intinya kegiatan ini merupakan karya bakti dan padat karya. Kita maksimal melibatkan masyarakat. Sebagian masyarakat bekerja di situ dan sebagian lagi dari anggota kita sendiri di lapangan, jadi saling membantu,” tuturnya.
Ia menegaskan, setelah pembangunan selesai, fasilitas akan diserahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengoperasikan dan mengelolanya.
Dengan pola tersebut, Denny berharap program pembinaan teritorial tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Lebih jauh, fasilitas yang dibangun harus benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Nyawanya kita adalah bagaimana mengatasi kesulitan rakyat. Apa yang menjadi kesulitan rakyat di lapangan, itu yang akan menjadi pekerjaan kita untuk bagaimana caranya kita mengatasi kesulitan tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo