Jembatan Garuda di Somber Jadi Akses Alternatif Warga, Pangkas Waktu Tempuh hingga Separuh

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:17 WIB
TEPAT SASARAN: Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung membeberkan berbagai program pembinaan teritorial yang dijalankan di Balikpapan. ULIL/KP
TEPAT SASARAN: Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung membeberkan berbagai program pembinaan teritorial yang dijalankan di Balikpapan. ULIL/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Pembangunan Jembatan Garuda di kawasan Sumber, Balikpapan, diarahkan untuk menjawab persoalan keterbatasan akses masyarakat sekaligus menyediakan jalur alternatif bagi warga di dua kawasan yang selama ini harus menempuh perjalanan lebih jauh.

Jembatan tersebut menjadi salah satu program pembangunan yang dilaksanakan melalui program pemerintah pusat, demikian yang disampaikan Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung.

Dirinya mengatakan, pemilihan lokasi mempertimbangkan manfaat jembatan terhadap masyarakat yang selama ini belum memiliki akses penghubung yang memadai.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Ini Cara Kodim 0905 Balikpapan Bantu Warga

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi warga, termasuk anak-anak sekolah yang sebelumnya harus mengambil jalur memutar untuk mencapai tujuan.

“Jembatan ini salah satu program unggulan kita yang sasarannya masyarakat yang memiliki akses yang belum terhubung. Contohnya akses menuju sekolah, anak-anak masih terbatas karena harus menyeberang atau berjalan kaki karena akses jembatan tidak ada,” kata Denny.

Untuk Balikpapan, pembangunan akses alternatif dinilai memiliki arti penting karena kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan semakin padat. Jalur penghubung yang lebih pendek dapat membantu masyarakat mengurangi waktu perjalanan.

Denny mengatakan, jembatan tersebut menghubungkan kawasan yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar.

Baca Juga: Pawai Pembangunan Ditiadakan, Semarak HUT RI Dialihkan ke Kelurahan

“Jalan ini menjadi jalan alternatif. Biasanya kalau harus melambung jauh, waktu tempuh bisa sampai sekitar satu jam. Kalau lewat sini mungkin sekitar setengah jam,” ujarnya.

Jembatan Garuda memiliki panjang sekitar enam hingga tujuh meter dan menggantikan akses lama berupa jembatan kayu yang telah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.

Menurut Denny, kondisi jembatan lama menjadi salah satu alasan pembangunan jembatan baru diperlukan. Warga bahkan telah mengusulkan pembangunan jembatan tersebut dalam waktu yang cukup lama.

“Jembatan kayu itu sudah hampir 20 sampai 25 tahun. Sudah diajukan oleh RT yang ada di situ, tetapi sampai saat ini belum dibangun. Menurut kami, ini menjadi solusi untuk membuat jembatan,” jelasnya.

Ia menegaskan penerima manfaat pembangunan bukan hanya warga yang tinggal tepat di sekitar jembatan. Masyarakat dari lingkungan lain juga dapat menggunakan akses tersebut.

Jembatan tersebut menjadi penghubung bagi masyarakat dari dua wilayah yakni Kelurahan Muara Rapak dan Kelurahan Batu Ampar sehingga manfaatnya diharapkan lebih luas.

Denny mengatakan, pemilihan kawasan Somber juga mempertimbangkan jumlah penerima manfaat. Jika jembatan dibangun di kawasan pinggiran tertentu yang mayoritas digunakan untuk aktivitas pertanian, manfaatnya dinilai lebih terbatas.

Baca Juga: 1,09 Kilogram Sabu Dimusnahkan Polresta Balikpapan, Diperkirakan Selamatkan 10.970 Jiwa

“Kalau di Balikpapan Timur seperti Teritip dan Lamaru, penerima manfaatnya mungkin lebih banyak petani karena jembatannya menuju kebun. Karena itu kita memilih Somber, karena jembatan ini menghubungkan dua kelurahan,” katanya.

Jembatan Garuda juga menjadi bagian dari program pembangunan jembatan yang dilaksanakan secara nasional. Untuk tahap pertama, terdapat sekitar 2.500 titik jembatan yang direncanakan dibangun di berbagai wilayah Indonesia.

Denny menyebut peresmian tahap pertama tersebut direncanakan dilakukan oleh Presiden. Untuk Balikpapan, jembatan yang berada di kawasan Somber menjadi salah satu titik yang masuk dalam program tersebut.

Dengan hadirnya jembatan baru, Kodim berharap akses masyarakat menjadi lebih mudah, terutama bagi pelajar, pejalan kaki dan warga yang membutuhkan jalur alternatif.

Baca Juga: Guru SMP di Balikpapan Dilaporkan soal Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Temukan Indikasi Pidana

Bagi Denny, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Keberadaannya harus menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperpendek akses yang sebelumnya menjadi kendala.

“Penerima manfaatnya bukan hanya orang di situ saja. RT-RT lain juga bisa lewat. Dua kelurahan bisa mendapatkan manfaat dari jembatan ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Jembatan Garuda Somber Jembatan Garuda Balikpapan Somber Balikpapan Muara Rapak Batu Ampar akses alternatif Balikpapan