KALTIMPOST.ID-Sebanyak 108 murid kelas 4, 5, dan 6 SD Al Imam Islamic School Balikpapan mengunjungi Gedung Biru Kaltim Post di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara, Kamis (13/8).
Kunjungan tersebut menjadi ruang belajar di luar kelas untuk mengenalkan literasi media dan dunia jurnalistik sejak dini.
Mengusung tema “Aisba Goes to Kaltim Post”, para murid diajak melihat lebih dekat perjalanan sebuah informasi hingga menjadi berita yang diterima pembaca.
Mereka mendapatkan penjelasan mengenai proses jurnalistik, pembuatan berita, hingga tahapan produksi dan pencetakan koran.
Baca Juga: PT Duta Manuntung Desak KY Beri Kepastian Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim PN Balikpapan
Rombongan juga mengikuti room tour ke Balikpapan TV (BTV). Pengalaman tersebut dilengkapi dengan praktik sederhana.
Para murid mendapat tugas dari redaksi Kaltim Post untuk membuat artikel pendek berdasarkan tema yang telah ditentukan.
Didampingi tiga guru dan dua pendamping, rombongan disambut Redaktur Kaltim Post Muhammad Riduan.
Komite sekolah turut mendukung kegiatan dengan membantu koordinasi transportasi peserta.
Penanggung jawab kegiatan, Dina Andrianto, mengatakan Kaltim Post dipilih sebagai tujuan kunjungan untuk memperkuat kemampuan literasi murid.
“Untuk kelas 4, 5, 6 yang sudah mengerti tentang literasi, sekarang pemerintah juga menggiatkan literasi untuk anak. Saya kira usia segitu sudah cukup untuk bisa diajak ke sini,” ujarnya.
Menurut Dina, pengalaman mengenal media diharapkan mendorong murid semakin giat membaca dan memperluas sumber informasi.
Hal itu dinilai semakin penting di tengah kebiasaan anak mengakses informasi melalui perangkat digital dan media sosial.
Baca Juga: Sidang di Balikpapan, Terdakwa BS Akui Perbuatan Melakukan Tindak Asusila terhadap Tiga Korban
“Untuk saat ini kami mencoba mengarahkan anak-anak untuk giat membaca, supaya informasi yang didapat tidak hanya dari televisi atau media sosial. Biar lebih terbuka mindset mereka,” katanya.
Dina memperkirakan sekitar 80 persen murid di sekolahnya memiliki minat terhadap kegiatan literasi. Sekolah pun berupaya menjaga kebiasaan tersebut melalui berbagai kegiatan.
Ketua Komite SD Al Imam Islamic School Alila Marthadela mengatakan salah satunya melalui pojok literasi.
Sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), murid juga diminta membawa satu buku untuk dibaca dan kemudian dapat dipertukarkan dengan teman.
“Di sekolah ada pojok literasi. Di awal masuk MPLS juga anak-anak disuruh membawa satu buku masing-masing. Nanti ada sesinya mereka membaca, setelah selesai boleh bertukar dengan temannya,” jelasnya.
Menurut Alila, kunjungan ke Kaltim Post memberikan pengalaman berbeda karena anak-anak saat ini lebih akrab dengan ponsel, YouTube, dan media digital dibandingkan koran.
Karena itu, murid tidak hanya diharapkan mengenal cara berita diproduksi, tetapi juga memahami karakter media cetak. Mulai membaca susunan kolom hingga mencari kelanjutan berita di halaman lain.
“Kalau perlu biar mereka tahu cara baca koran, ada berita yang bersambung ke halaman berapa, kolom yang mana, seperti itu,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.