BMKG Deteksi 4.700 Hotspot di Kaltim Awal Agustus 2026, Waspadai El Nino dan Ancaman Karhutla

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:46 WIB
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono

KALTIMPOST.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim secara virtual pada Kamis (13/8).

Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Koordinasi BMKG dan BPBD dalam Mengantisipasi Dampak El Nino serta Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Kaltim.”

Demi memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Wabup Kubar Tinjau Latihan Paskibraka dan Marching Band, Pastikan Kesiapan Upacara HUT Ke-81 RI

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono mengungkapkan kondisi cuaca serta potensi karhutla di Kaltim saat ini memerlukan perhatian yang sangat serius.

“Berdasarkan hasil pemantauan BMKG pada dasarian I Agustus 2026, jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Kaltim telah melonjak hingga mencapai sekitar 4.700 titik,” katanya.

Tak hanya itu, kenaikan suhu udara ekstrem juga terdeteksi di beberapa daerah. Di Berau, misalnya, suhu udara terpantau menembus angka 36 derajat Celsius.

“Kondisi tersebut menjadi peringatan dini (warning) bagi seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi sejak dini,” ujar Djoko.

Dia berharap sinergi yang makin kokoh antara BMKG, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung upaya penanganan bencana secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

Menurutnya, jika situasi di lapangan berkembang menjadi keadaan darurat bencana, penanganan dapat segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Mari bersama-sama bergandeng tangan mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diinginkan di Kaltim,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Kubar Matangkan HUT Ke-81 RI dan HKG PKK Ke-54, Siapkan Rangkaian Kegiatan 18–20 Agustus 2026

Dalam kesempatan tersebut, Djoko turut mengapresiasi kesiapsiagaan jajaran BPBD serta komunitas penanggulangan bencana di berbagai daerah di Kaltim.

Ia mencontohkan respons cepat penanganan kebakaran di wilayah Kota Balikpapan. Di daerah ini, setiap temuan titik panas maupun insiden kebakaran dapat langsung ditanggulangi dengan cepat sehingga api tidak sampai meluas maupun memicu status darurat.

“Secara umum, wilayah Kaltim saat ini masih tergolong aman. Namun, kewaspadaan harus terus dijaga dan kita tidak boleh lengah sedikit pun,” pungkas Djoko. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara pemprov kaltim ibu kota nusantara Bandara SAMS Balikpapan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)