Tembus Puluhan Juta Rupiah dalam 3 Jam, Car Free Day Balikpapan Dorong Ekonomi UMKM  

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:42 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan M Fadli Pathurrahman saat menjelaskan kepada awak media. (ANGGI PRADITHA/KP)

 
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan M Fadli Pathurrahman saat menjelaskan kepada awak media. (ANGGI PRADITHA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor di Balikpapan tidak sekadar penutupan jalan sementara. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menargetkan kegiatan ini menjadi pemicu munculnya titik perekonomian baru yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.

Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Penumpang KM Bukit Siguntang Akhirnya Ditemukan  

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, M Fadli Pathurrahman menjelaskan bahwa perluasan lokasi CFD bertujuan untuk merangkul Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif (ekraf) lokal. Kehadiran CFD diharapkan menjadi wadah baru bagi masyarakat dalam meningkatkan pendapatan.

​Fadli mengungkapkan, kebijakan ini mengacu pada suksesnya uji coba CFD di kawasan Grand City pada 2024 lalu yang mendapat antusiasme tinggi dari warga.

​“Kami melihat animo masyarakat yang sangat tinggi. Saat uji coba, CFD mampu menghasilkan pendapatan UMKM sekitar Rp 84 juta hanya dalam durasi tiga jam,” ungkap Fadli.

Baca Juga: IKN Dinilai Siap Gelar Kegiatan Kenegaraan, Akademisi Dorong Siapkan Paket Wisata Khusus

Menurut Fadli, perluasan lokasi CFD di beberapa titik kota merupakan langkah konkret Pemkot Balikpapan untuk membantu masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

​“Salah satu upaya pemerintah kota untuk membantu masyarakat adalah dengan menghadirkan Car Free Day di Balikpapan,” imbuhnya.

​Sesuai teknis pelaksanaan, CFD berlangsung mulai pukul 06.00-09.00 Wita. Menyesuaikan anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kawasan bebas kendaraan ini memiliki radius panjang antara 1,6 kilometer hingga 2 kilometer agar efektivitas kegiatan tetap optimal.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Dekat Permukiman, Warga Bersama Brimob Lakukan Ini

Pemilihan lokasi seperti Taman Tiga Generasi dinilai sangat potensial karena selama ini sudah menjadi pusat aktivitas warga. Selain untuk menggerakkan roda UMKM, CFD juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial, tempat berolahraga, mendorong budaya hidup sehat, serta mempererat kebersamaan antarwarga.

​Tak hanya itu, pelaksanaan CFD diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas serta saling menghormati hak sesama pengguna jalan.

​“Nanti akan kami evaluasi pada pelaksanaan awal. Tidak menutup kemungkinan lokasi CFD akan bertambah di masa mendatang,” jelas Fadli.

​Ia mengimbau seluruh warga Balikpapan untuk memanfaatkan ruang publik ini secara optimal, baik untuk menjaga kebugaran tubuh maupun memperkuat silaturahmi sosial. (*)

Editor : Sukri Sikki
CFD Balikpapan umkm dishub M Fadli Pathurrahman