Koperasi Merah Putih Balikpapan Didorong Perluas Anggota untuk Perkuat Modal Usaha

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:52 WIB
MANDIRI MODAL: Kepala DKUKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma, saat memberikan penjelasan terkait strategi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam memperkuat modal usaha mandiri berbasis keanggotaan di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)
MANDIRI MODAL: Kepala DKUKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma, saat memberikan penjelasan terkait strategi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam memperkuat modal usaha mandiri berbasis keanggotaan di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan didorong memperluas keanggotaan untuk memperkuat permodalan dari internal. Strategi tersebut dinilai dapat membantu koperasi mengembangkan usaha tanpa terlalu bergantung pada pembiayaan pihak ketiga.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DKUKMP) Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kusuma mengatakan, saat ini sumber modal Koperasi Merah Putih di Balikpapan masih mengandalkan kontribusi anggota.

Modal tersebut berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, hingga penyertaan modal secara perorangan dari anggota.

“Sumber modal utama berasal dari simpanan wajib, simpanan pokok, dan simpanan sukarela anggota. Selain itu, ada juga skema tambahan modal perorangan dari anggota,” ungkap Heruressandy kepada Kaltim Post.

Baca Juga: Tembus Puluhan Juta Rupiah dalam 3 Jam, Car Free Day Balikpapan Dorong Ekonomi UMKM  

Menurutnya, skema tersebut memungkinkan koperasi memenuhi kebutuhan modal awal tanpa harus langsung mengandalkan pinjaman dari perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya.

Sebagai contoh, ketika koperasi membutuhkan modal Rp50 juta untuk membuka unit usaha baru, kebutuhan tersebut dapat ditawarkan sebagai peluang penyertaan modal kepada anggota.

Namun, pembiayaan eksternal tetap terbuka apabila koperasi membutuhkan modal lebih besar untuk melakukan ekspansi.

“Jika ke depan membutuhkan modal yang lebih besar, silakan dihitung dengan cermat dan diajukan ke perbankan,” jelasnya.

Usaha Harus Disesuaikan Kebutuhan Anggota

Heru mengingatkan, keputusan mengambil kredit perbankan harus dilakukan secara hati-hati. Pengurus perlu memastikan kemampuan koperasi membayar cicilan sekaligus menghitung potensi usaha yang akan dikembangkan.

Menurutnya, koperasi dapat mengembangkan usaha yang memiliki pasar jelas di kalangan anggota. Salah satunya penyediaan bahan pokok penting (bapokting).

Selain itu, koperasi juga dapat mengembangkan usaha layanan seperti klinik kesehatan maupun apotek yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi anggota.

“Bisa berupa penyediaan bahan pokok penting (bapokting), maupun pengembangan usaha layanan seperti klinik kesehatan dan apotek yang mampu memberikan nilai tambah bagi anggota,” tambahnya.

Saat ini, sebagian besar Koperasi Merah Putih di Balikpapan masih mengandalkan unit usaha bapokting karena komoditas tersebut memiliki kebutuhan rutin di masyarakat.

Pertambahan jumlah anggota diharapkan ikut meningkatkan volume transaksi. Gerai koperasi juga dapat dikembangkan menjadi gudang penyimpanan untuk mendukung aktivitas usaha.

DKUKMP Kawal Tata Kelola Koperasi

Untuk memastikan pengelolaan koperasi berjalan sesuai ketentuan, DKUKMP Balikpapan melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkala.

Heru mengatakan, aktivitas usaha koperasi wajib dilaporkan secara berkala melalui sistem terintegrasi yang dibentuk Kementerian Koperasi.

“Semua jenis usaha mereka tetap terkontrol karena wajib dilaporkan secara berkala melalui sistem terintegrasi yang dibentuk oleh Kementerian Koperasi,” paparnya.

Selain pengawasan, DKUKMP juga menyiapkan tim pendamping dan fasilitator untuk membantu koperasi mengembangkan usaha.

Setiap fasilitator bertugas mendampingi sekitar tiga hingga empat koperasi. Mereka membantu mengarahkan pengembangan unit usaha sekaligus menghubungkan koperasi dengan calon mitra strategis.

“Fasilitator bertugas mengarahkan pengembangan jenis usaha baru, sekaligus menjembatani koperasi dengan mitra strategis yang tepat,” tutup Heruressandy.

Dengan memperkuat jumlah anggota dan modal internal, Koperasi Merah Putih di Balikpapan diharapkan memiliki fondasi usaha yang lebih mandiri sekaligus mampu mengembangkan layanan yang memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.

Editor : Muhammad Ridhuan
DKUKMP Balikpapan modal koperasi Koperasi Merah Putih Balikpapan Koperasi Balikpapan