KALTIMPOST.ID-Lagu-lagu daerah mengalun di tengah ramainya pengunjung Pentacity Shopping Venue Balikpapan, Sabtu (15/8).
Puluhan anak tampil dalam kegiatan Nusantara Bernyanyi, membawa nuansa keberagaman budaya dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pertunjukan berlangsung di atrium Pentacity dengan melibatkan murid Purwa Caraka Music Studio Balikpapan serta peserta dari klub dance.
Mereka tampil secara solo maupun berkelompok dengan konsep Nusantara yang disesuaikan dengan momentum kemerdekaan.
Baca Juga: Plaza Balikpapan Siapkan Festival Marching Band 2027, Bakal Libatkan Lebih Banyak Sekolah
Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan itu menarik perhatian pengunjung. Sejumlah warga berhenti di sekitar atrium untuk menyaksikan pertunjukan.
Orangtua dan keluarga peserta juga hadir memberikan dukungan kepada anak-anak yang tampil.
Irfan dari Tim Event E-Walk dan Pentacity mengatakan, Nusantara Bernyanyi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemerdekaan yang digelar selama Agustus.
Pihaknya menggandeng sekolah musik dan komunitas untuk menghadirkan pertunjukan sesuai tema.
“Ini masuk rangkaian Agustus kemerdekaan. Komunitas ini sudah jadi partner kita untuk mengisi acara. Mereka juga punya tema masing-masing, jadi pas kita kombinasikan, kita sesuaikan tema juga,” ujarnya.
Konsep kegiatan tidak hanya berfokus pada musik. Peserta dari klub dance turut dilibatkan untuk memberikan variasi pertunjukan melalui perpaduan musik dan gerakan.
Puluhan peserta terlibat sepanjang Sabtu. Sekitar 35 peserta tampil pada sesi siang, sedangkan 18 peserta dijadwalkan mengisi panggung pada malam hari.
Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Barong Tongkok-Linggang Bigung Kubar, Motor Ringsek dan Pengendara Luka Parah
Mayoritas peserta merupakan anak-anak yang mengikuti pendidikan musik. Sebagian membawakan lagu secara solo, sedangkan lainnya tampil berkelompok.
Panggung di ruang publik tersebut sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi mereka setelah menjalani proses latihan.
Menurut Irfan, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Selain karena bertepatan dengan akhir pekan, kehadiran keluarga peserta turut membuat kawasan sekitar panggung semakin ramai.
“Untuk antusiasmenya karena ini weekend juga, sangat ramai. Dari komunitas juga membawa orang tua, anak-anak, jadi cukup membantu,” katanya.
Tema Nusantara menjadi benang merah pertunjukan. Lagu-lagu daerah yang dibawakan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi turut menghadirkan keragaman budaya Indonesia di tengah perayaan kemerdekaan.
Keterlibatan anak-anak juga memberikan dimensi lain dalam peringatan HUT RI. Mereka mendapatkan ruang untuk mengenal dan membawakan karya bernuansa daerah sekaligus membangun keberanian tampil di hadapan masyarakat.
Kolaborasi antara pengelola pusat perbelanjaan, sekolah musik, dan komunitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan.
Bagi sekolah musik maupun komunitas, ruang publik memberikan kesempatan bagi peserta menunjukkan hasil latihan.
Sementara pengelola mal memperoleh variasi kegiatan yang dapat dinikmati pengunjung.
“Kerja sama kami dengan sekolah musik juga sangat membantu untuk kegiatan di mal. Dari komunitas pun kita saling mengisi. Mereka juga dari nama sekolah musiknya, muridnya bertambah pastinya, dan kita juga bisa membuat acara di mal,” jelas Irfan.
Baca Juga: Miris! Segini Gaji Pengupas Bawang di Balikpapan Per Kilogram, Beda Jauh dari Kata Presiden Prabowo
Rangkaian pertunjukan bertema Nusantara berlanjut pada Minggu (16/8). Pentacity dijadwalkan menghadirkan komunitas Honeydrum dengan mengusung tema serupa.
Meski mendapat respons masyarakat, Irfan belum memastikan Nusantara Bernyanyi akan menjadi agenda rutin.
Pelaksanaannya masih akan menyesuaikan kalender kegiatan Pentacity dan bentuk kolaborasi dengan komunitas.
Kehadiran panggung semacam ini menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan pengalaman di luar tempat latihan.
Selain mengasah kemampuan bermusik dan seni, tampil di depan khalayak dapat membangun keberanian dan kepercayaan diri.
Di tengah keramaian pusat perbelanjaan, Nusantara Bernyanyi akhirnya menghadirkan cara berbeda dalam menyemarakkan kemerdekaan.
Lagu daerah, penampilan anak-anak, dukungan keluarga, dan keterlibatan komunitas bertemu dalam satu panggung, membawa keberagaman Nusantara lebih dekat kepada masyarakat. (rd)
Editor : Romdani.