Waduk Manggar Menyusut 2,5 Meter Akibat Kemarau, Dirut PTMB Ungkap Kondisi Pasokan Air Balikpapan

Dina Angelina • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 12:04 WIB
Dampak kemarau panjang membuat level air waduk menyusut hingga 2,5 meter ke angka 9,5 meter. Dirut PTMB Yudhi Saharuddin memastikan pasokan air baku untuk warga Balikpapan masih dalam kondisi aman. (ANGGI PRADITHA/KP)
Dampak kemarau panjang membuat level air waduk menyusut hingga 2,5 meter ke angka 9,5 meter. Dirut PTMB Yudhi Saharuddin memastikan pasokan air baku untuk warga Balikpapan masih dalam kondisi aman. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Penurunan curah hujan yang melanda Kota Balikpapan dalam dua pekan terakhir mulai berdampak pada penurunan tinggi muka air di Waduk Manggar. Meski begitu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan cadangan air baku untuk kebutuhan masyarakat masih berada dalam kategori aman.

Baca Juga: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Bendera Merah Putih 8 Meter Berkibar di Bawah Laut Pulau Miang

​Direktur Utama PTMB, Yudi Saharudin, mengungkapkan bahwa level air di Waduk Manggar saat ini menyusut setinggi 2,5 meter dari kondisi normal. Terlebih masuk musim kemarau panjang dan sudah dua minggu tidak turun hujan.

“Level air Waduk Manggar sekarang berada di angka 9,5 meter dari kondisi normal 12 meter. Agustus ini kami masih mengambil air baku sebanyak 1.000 liter per detik. Kondisinya masih aman," ujar Yudi saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Merajut Prestasi dan Kolaborasi dan Momentum Kemerdekaan untuk Kutai Barat yang Lebih Maju

Yudi menjelaskan, tata kelola pengambilan debit air baku tersebut mengacu pada skenario perhitungan yang ditetapkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Berdasarkan perhitungan tersebut, volume cadangan (storage) Waduk Manggar masih dalam ambang batas aman.

“Seperti saat ini pengambilan air masih 1.000 liter per detik. Kemungkinan hingga Desember nanti bisa disesuaikan ke angka 75 persen. Mudah-mudahan tetap aman," lanjutnya.

Baca Juga: 582 Narapidana di Rutan Tanah Grogot Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan Ke-81

PTMB telah menyiapkan sejumlah opsi sumber air baku alternatif sebagai bentuk antisipasi. Rencananya salah satu fokus utama dengan pemanfaatan Embung Wain.

Kini ​PTMB sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan agar pasokan dari Embung Wain dapat segera diproduksi untuk menambah volume suplai air minum ke rumah warga.

​Selain Embung Wain, PTMB mempercepat operasional  program sumur dalam yang digarap sejak 2024. Khusus kawasan Kampung Baru, sumur dalam diproyeksikan mampu menyuplai debit air hingga 20 liter per detik mulai bulan depan.

​"Tahun 2025 ada tambahan 10 unit sumur dalam di wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Damai. Sumur di Kampung Baru ini jadi salah satu solusi alternatif untuk warga di sana," terang Yudi.

Baca Juga: Upacara HUT Ke-81 RI di Balikpapan Gelar Sederhana, Rahmad Mas’ud Beberkan Alasan Efisiensi Anggaran

Selain itu, antisipasi wilayah pemukiman yang berpotensi mengalami gangguan distribusi jalur pipa, PTMB mengoptimalkan jaringan distribusi dengan menyiagakan armada mobil tangki.

​PTMB menyiapkan 12 unit mobil tangki pengangkut air bersih utama, ditambah dua unit armada baru. "Kami siapkan antisipasi secara matang untuk menghadapi dampak kemarau,” tegasnya.

Tak hanya itu, kolaborasi juga dilakukan dengan meminjam unit armada tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan. (*)

Editor : Sukri Sikki
PTMB kemarau Yudhi Saharuddin waduk manggar