BGN Minta Guru Cicipi Menu MBG, Disdikbud Balikpapan: Sudah Berjalan dan Guru Diberi Jatah Makan

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:05 WIB
KONTROL: Disdikbud Balikpapan memastikan prosedur kontrol kualitas makanan telah berjalan, di mana para guru ikut mencicipi dan menerima jatah makanan. (ANGGI PRADITHA/KP)
KONTROL: Disdikbud Balikpapan memastikan prosedur kontrol kualitas makanan telah berjalan, di mana para guru ikut mencicipi dan menerima jatah makanan. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengimbau seluruh guru dan pihak sekolah untuk berperan aktif mencicipi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada para murid.

​Langkah ini disuarakan sebagai bagian dari prosedur pengawasan kualitas (quality control) guna mencegah potensi gangguan kesehatan maupun risiko keracunan makanan di lingkungan sekolah.

​Sudaryono mengklarifikasi bahwa imbauan ini bukan berarti menu MBG berbahaya atau beracun. Upaya tersebut murni merupakan prosedur pengamanan standar demi menjaga kualitas makanan.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Hampir Tuntas, Tinggal Tunggu Uji Kelayakan BBPJN Kaltim

​"Guru adalah pihak terdekat dengan siswa di sekolah, sehingga keterlibatan mereka dalam memastikan aroma, rasa, dan kelayakan makanan sangat penting sebelum dikonsumsi anak-anak," ujar Sudaryono.

Menanggapi imbauan dari BGN pusat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, menuturkan bahwa praktik tersebut sebenarnya sudah diterapkan di wilayahnya.

​Menurut Irfan, para guru di Balikpapan bahkan tidak sekadar mencicipi hidangan, melainkan juga mendapatkan jatah makan dari BGN.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Hampir Rampung, Siap Dibuka Penuh

​"Mereka ikut makan juga, tidak hanya sekadar mencicipi," kata Irfan.

​Ia menjelaskan, pengujian kelayakan makanan sebetulnya telah dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tahap awal pengawasan kualitas.

​"Kalau di Balikpapan, imbauan dari BGN ini sudah jalan karena MBG dibagikan untuk siswa dan guru di sekolah penerima manfaat," bebernya.

Bahkan hal ini sudah lama berjalan, sejak masa-masa awal MBG diterapkan Februari 2025. Irfan menambahkan, saat ini penerima manfaat MBG juga semakin luas.

“Total sekitar 40 persen dari sekolah di Balikpapan. Sekarang sudah ada 30 SPPG berdiri dari total kebutuhan 60 SPPG,” ungkapnya.

BGN menegaskan bahwa keterlibatan sekolah dalam alur distribusi merupakan benteng pertahanan terakhir. Selain menguji kelayakan secara visual dan organoleptik (rasa dan aroma), BGN juga terus memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) di tingkat SPPG untuk menjamin higienitas bahan baku hingga proses memasak. (*)

Editor : Duito Susanto
kepala Bgn sudaryono badan gizi nasional Makan Bergizi Gratis Menu MBG disdikbud balikpapan