KALTIMPOST.ID-Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan menggelar aksi sosial donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-81 Mahkamah Agung RI, Rabu (19/8).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Borneo I Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan tersebut melibatkan jajaran pengadilan, sejumlah stakeholder, serta institusi TNI yang berada di Kota Balikpapan.
Kepala Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Letkol Laut Bagus Partha Wijaya mengatakan, donor darah dipilih sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah.
“Donor darah ini kami ambil sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Tentunya donor darah di sini sangat diperlukan bagi masyarakat umum,” ujarnya.
Menurut Bagus, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti jajaran Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan. Sejumlah institusi TNI di Balikpapan juga dilibatkan untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga: Bandeng Gratis Torani Diserbu Warga Balikpapan, 3.000 Porsi Ludes Cepat, 1.000 Porsi Cuma 30 Menit!
Pelaksanaan donor darah selama Agustus disebut cukup padat seiring banyaknya kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan. Kondisi tersebut turut memengaruhi kuota yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk setiap kegiatan.
Pada donor darah yang digelar Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, PMI menyediakan kuota sebanyak 30 kantong darah. “Pada pagi hari ini kita diberikan kuota 30 kantong donor darah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, momentum peringatan kemerdekaan dan hari jadi Mahkamah Agung tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Rangkaian peringatan sekaligus diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap kebutuhan sosial di tengah masyarakat.
Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan transfusi sekaligus mendukung ketersediaan stok darah.
Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kemanusiaan dan kebersamaan antara institusi peradilan militer, TNI, serta stakeholder di Balikpapan. (rd)
Editor : Romdani.