KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berencana menambah armada Balikpapan City Trans (Bacitra) dengan mengoperasikan kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik. Usulan pengadaan bus listrik tersebut saat ini telah diajukan agar dapat masuk dalam anggaran tahun depan.
Langkah ini disiapkan menjelang proses serah terima (handover) pengelolaan Bacitra dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027. Setelah masa peralihan tersebut, layanan transportasi massal berkonsep Buy The Service (BTS) ini akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-81 RI dan MA, Pengadilan Militer Balikpapan Gelar Donor Darah, Libatkan Stakeholder
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pada tahap awal pihaknya akan mendatangkan dua unit bus listrik terlebih dahulu. Uji coba ini dilakukan untuk melihat prospek serta efisiensi pengoperasian bus listrik di Kota Beriman.
"Salah satu upaya Wali Kota dalam rangka memastikan visi menuju Balikpapan Smart City dapat terwujud. Kami akan menghadirkan bus listrik yang ramah lingkungan," ujar Fadli kepada awak media.
Baca Juga: Berkah HUT Ke-81 RI, Program Padat Karya Jalan dan Jembatan di Kutai Barat Gerakkan Ekonomi Warga
Fadli menambahkan, berdasarkan hasil analisis lapangan, tidak semua jalur dapat dilintasi oleh bus listrik. Hal ini mengingat kondisi topografi Balikpapan yang didominasi oleh perbukitan hingga 85 persen.
"Kemungkinan bus listrik akan beroperasi dari Lapangan Merdeka sampai wilayah Bandara Sepinggan. Ukuran seat (tempat duduk) agak lebih besar dari bus biasa," jelasnya.
Pihaknya menyadari adanya perbedaan biaya operasional antara bus listrik dan bus konvensional. Oleh karena itu, Pemkot Balikpapan memilih untuk tidak membeli unit dalam jumlah banyak di tahap awal.
"Cukup 1–2 unit untuk operasional awal. Kita lihat sejauh mana efisiensinya, baik dari sisi bahan bakar maupun pajak yang lebih kecil," ungkap Fadli.
Baca Juga: Pemkab Kutim Boyong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia
Sementara itu, terkait besaran tarif Bacitra, Dishub Balikpapan masih melakukan skema perhitungan jelang masa pengalihan pengelolaan secara penuh.
Selain pengoperasian kendaraan listrik, Dishub Balikpapan juga berencana memodifikasi armada Bacitra setelah proses handover selesai. Armada bus akan dimanfaatkan sebagai media iklan berjalan untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Setidaknya bisa membawa dampak positif, bukan hanya untuk pelayanan transportasi publik, tetapi juga menjadi sumber PAD baru," tuturnya.
Strategi ini menjadi salah satu upaya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan sumber pendapatan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran, akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang terjadi di seluruh Indonesia.
"Mohon dukungannya agar rencana ini bisa berjalan lancar. Terutama di tengah efisiensi anggaran saat ini, semoga kegiatan ini tidak terdampak," pungkas Fadli.
Kehadiran armada baru dan pengembangan Bacitra diharapkan terus membantu mobilitas masyarakat Balikpapan yang selama ini mengandalkan sarana transportasi publik terpadu. (*)
Editor : Sukri Sikki