Kemnaker Buka Pelatihan Gratis, Kuota 4.800 Peserta untuk Tiga Provinsi, Balikpapan Incar 500 Orang

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:58 WIB
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar saat diwawancarai media. ANGGI PRADITHA/KP
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar. ANGGI PRADITHA/KP

 KALTIMPOST.ID-Kesempatan mengikuti pelatihan kerja gratis kembali terbuka bagi masyarakat Balikpapan.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai mendata calon peserta program pelatihan nasional yang dibiayai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Program berbasis kebutuhan masyarakat tersebut direncanakan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026.

Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk mengetahui jenis keterampilan yang benar-benar dibutuhkan calon peserta.

Baca Juga: Jalan Simpang Perdau–Tepian Langsat Kutim Beroperasi, Gubernur Minta Jalur Sangatta Segera Dibangun

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, mekanisme program kali ini berbeda dibandingkan pelatihan sebelumnya. Jenis pelatihan tidak lagi ditentukan terlebih dahulu oleh pemerintah.

“Sekarang polanya dibalik. Kami mencari orang terlebih dahulu, kemudian menanyakan mereka butuhnya pelatihan apa,” kata Adamin, Rabu (19/8).

Keperluan tersebut bisa diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, membuka usaha, maupun memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

Data yang dihimpun kelurahan selanjutnya disusun menjadi proposal dan diajukan kepada Balai Vokasi dan Peningkatan Produktivitas di Samarinda.

Balai tersebut membawahi Kaltim, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara dengan total kuota sekitar 4.800 peserta. Balikpapan berupaya memperoleh porsi sebanyak mungkin. “Kalau misalnya kita bisa mendapatkan 500 peserta, tentu sudah bagus,” ujarnya.

Adamin menjelaskan, terdapat tiga sasaran utama program. Peserta dapat berasal dari masyarakat yang ingin meningkatkan produktivitas, memiliki keinginan membuka usaha atau bekerja dengan pihak lain, serta calon tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Untuk kategori terakhir, perusahaan harus bersedia menerima peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Baca Juga: 5.000 Pencari Kerja Terdata di Balikpapan, Disnaker Ungkap Tantangan agar Bisa Terserap

Pola tersebut diharapkan membuat pelatihan lebih terarah dan memiliki tindak lanjut yang jelas.

“Dengan pola yang sekarang, sejak awal sudah diketahui peserta tersebut ingin meningkatkan produktivitas, membuka usaha, atau sudah memiliki perusahaan yang membutuhkan mereka,” jelasnya.

Pelaksanaan di Balikpapan dapat menggandeng balai latihan kerja (BLK) maupun lembaga pelatihan yang memenuhi persyaratan.

Seluruh biaya pelatihan bersumber dari APBN sehingga peserta tidak dipungut biaya. Peserta juga akan memperoleh uang transportasi selama mengikuti program.

Disnaker menargetkan data calon peserta terkumpul pada akhir Agustus. Informasi program telah diteruskan melalui kecamatan dan kelurahan serta dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk menjangkau pelaku usaha dan Disparpora untuk kelompok pemuda.

“Kami masih menunggu data dari kecamatan agar daftar calon peserta dapat segera disampaikan kepada kami dan kemudian diteruskan ke balai tersebut,” pungkas Adamin. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran kota balikpapan tenaga kerja Mutasi Polri terbaru