BALIKPAPAN – Guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan mengonfirmasi bahwa pengerukan sedimentasi dan pembersihan gulma di Waduk Manggar telah dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.
Langkah strategis ini dinilai sangat vital mengingat endapan material telah menumpuk sekian lama di area Waduk Manggar. Selain mengeruk sedimen, pembersihan gulma juga dilakukan demi memperlancar aliran.
Sehingga menjaga distribusi air baku dari bendungan utama yang menopang kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan tersebut.
Kepala Dinas PU Balikpapan, Rita, menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi oleh BWS Kalimantan IV sudah berjalan untuk mengantisipasi potensi fenomena El Nino. Langkah pemeliharaan infrastruktur ini telah beroperasi secara intensif sejak Juli 2026.
Meski pengerukan sedimen belum menjangkau seluruh area waduk, Rita memastikan ada peningkatan kapasitas yang signifikan.
"Belum sepenuhnya area waduk yang terdapat sedimentasi dikeruk. Namun, setidaknya pengerukan ini sudah berhasil menambah kapasitas tampungan air," ujar Rita.
Ia menambahkan, sinergi dengan BWS Kalimantan IV bertujuan untuk mengembalikan fungsi optimal waduk dalam menyediakan air baku, terutama saat curah hujan mengalami penurunan drastis.
"Pengerukan sedimentasi ini penting untuk mengembalikan sebagian kapasitas tampungan air yang sempat berkurang akibat endapan material,” sebutnya.
Langkah ini menjadi antisipasi utama dalam mengurangi risiko kekeringan yang diproyeksikan terjadi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.
BWS Kalimantan IV sendiri telah berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan rutin pada infrastruktur sumber daya air tersebut.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menjaga ketahanan air, memastikan ketersediaan pasokan air bersih tetap stabil, serta mendukung keberlanjutan pemanfaatannya bagi warga Balikpapan di tengah ancaman selama musim kemarau. (*)
Editor : Ismet Rifani