Ancaman Karhutla Kaltim Meningkat, Penerbangan Bandara SAMS Sepinggan Belum Terganggu

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:19 WIB
MASIH AMAN: Suasana operasional di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Meski BMKG mencatat lonjakan 1.202 titik panas karhutla di Kalimantan Timur, jarak pandang penerbangan di Balikpapan dipastikan berada di atas batas minimum keselamatan dan penerbangan berjalan normal.
MASIH AMAN: Suasana operasional di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Meski BMKG mencatat lonjakan 1.202 titik panas karhutla di Kalimantan Timur, jarak pandang penerbangan di Balikpapan dipastikan berada di atas batas minimum keselamatan dan penerbangan berjalan normal.

BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.202 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (20/8/2026). Kabupaten Berau menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu mencapai 619 titik.

​Selain Berau, sebaran titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 314 titik dan Kutai Kartanegara sebanyak 135 titik. Meningkatnya jumlah titik panas ini memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Kaltim, terlebih sejumlah wilayah lain di Pulau Kalimantan mulai terdampak kabut asap.

​Meski ancaman karhutla membayangi, General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, memastikan operasional penerbangan di Balikpapan sejauh ini masih berjalan normal dan aman.

​"Jarak pandang (visibility) di Bandara Sepinggan masih aman dan tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Jarak pandang berada di atas batas minimum syarat keselamatan penerbangan," tegas Iwan kepada awak media, Kamis (20/8/2026).

​Iwan tak menampik bahwa gangguan jarak pandang akibat asap karhutla telah memengaruhi operasional tiga bandara lain di Regional VI, yakni di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

​"Gangguan jarak pandang rata-rata terjadi pada pagi hari. Namun, setelah pukul 09.00 WITA ke atas, kondisi jarak pandang kembali normal untuk penerbangan," jelasnya.

​Dampak keterlambatan (delay) penerbangan dari Banjarmasin dan Palangkaraya sempat memengaruhi jadwal penerbangan di Balikpapan. Meski hingga saat ini belum ada laporan pembatalan penerbangan (cancel) di Bandara SAMS Sepinggan akibat kabut asap.

“Posisi Bandara SAMS Sepinggan yang berhadapan langsung dengan laut lepas dan dikelilingi kawasan pemukiman warga, bukan lahan juga membantu menjaga kualitas udara dan jarak pandang di area landasan,” bebernya.

Iwan mengingatkan bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Di tingkat daerah, antisipasi biasanya dikoordinasikan melalui Satuan Tugas (Satgas) yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

​"Kami sudah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi karhutla," tutur Iwan.

​Ia menambahkan, pemerintah daerah biasanya juga akan mengambil langkah rekayasa cuaca (teknologi modifikasi cuaca) apabila kondisi kemarau berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. (*)

Editor : Ismet Rifani
hotspot meningkat penerbangan SAMS Sepinggan jarak pandang penerbangan Iwan Winaya Mahdar