KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) periode selanjutnya diharap mampu beri arah baru pada kampus. Hal itu turut dipaparkan dalam penyampaian visi dan misi bakal calon, yang telah terlaksana di Auditorium Laboratorium Terpadu 1 Kampus ITK, Kamis (20/8).
Keempat kandidat yang menyampaikan gagasannya adalah Imam Abadi, Moch. Purwanto, Agung Purniawan, serta Fredy Kurniawan. Masing-masing membawa perspektif dan strategi berbeda, namun memiliki irisan pada penguatan pendidikan, riset dan inovasi, sumber daya manusia, transformasi digital, kemitraan, internasionalisasi, hingga tata kelola institusi.
Dalam kegiatan itu, empat bakal calon memperoleh waktu masing-masing 15 menit untuk mempresentasikan visi dan program kerjanya. Lalu dilanjutkan sesi tanya jawab selama satu jam serta pernyataan penutup dari masing-masing bakal calon.
Baca Juga: Cegah Bahaya Karhutla, Pemkot Balikpapan Ancam Sanksi Tegas Pelanggar Aturan Pembakaran
Dalam paparannya, Imam Abadi membawa visi ITK 2030 IN-SUN (Innovative, Smart, Sustainable University for Nusantara) dengan semangat Menerangi Masa Depan Nusantara: ITK Berdampak, Nusantara Berdaya. Arah tersebut dibangun melalui enam pilar, yakni pendidikan unggul, adaptif, berkarakter, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berdampak.
Kemitraan strategis dan kontribusi kewilayahan, internasionalisasi dan penguatan reputasi institusi, transformasi digital dan kampus cerdas, serta transformasi kelembagaan dan tata kelola unggul.
“Di bidang pendidikan, bisa dilakukan lewat pengembangan kurikulum yang dirancang bersama industri (co-created industry curriculum) dengan melibatkan advisory board dari unsur industri, profesional, perguruan tinggi, dan alumni,” jelas dia.
Sementara itu, Moch. Purwanto juga membawa lima arah utama pengembangan ITK, yaitu pendidikan unggul dan berkarakter, riset dan inovasi berdampak. Selain itu, infrastruktur dan transformasi digital, mitra strategis dan kemandirian institusi, serta akuntabilitas tata kelola dan SDM unggul.
Baca Juga: Kelola 80 Persen Sampah, TPST Karang Joang Balikpapan Targetkan Bebas Residu ke TPA Manggar
Dia juga menempatkan pembangunan infrastruktur dan transformasi digital sebagai salah satu prioritas. Programnya mencakup pengembangan fasilitas kampus, penataan akses dan ruang belajar, penguatan perpustakaan dan layanan daring, serta integrasi sistem informasi kampus.
Di sisi kemandirian institusi, kemitraan industri, kerja sama nasional dan internasional, pengembangan unit usaha, penguatan jejaring alumni, serta optimalisasi tata kelola dan SDM menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan.
Agung Purniawan, juga mengusung konsep ITK RISE 2045 dengan empat landasan utama, yaitu Research, Innovation, Sustainability, dan Excellence. Visinya mengarah pada ITK sebagai perguruan tinggi riset berkelas dunia yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak serta tetap berakar pada kearifan lokal Kalimantan.
“Arah tersebut diterjemahkan ke dalam lima bidang utama, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian, internasionalisasi, dan tata kelola. Seluruh arah tersebut dirangkum dalam program strategis RISE+, yang terdiri atas Research Excellence, Innovative Learning, Strategic Partnership, Excellent Governance, dan Sustainable Campus, sekaligus menjadi bagian dari peta jalan menuju perguruan tinggi berkelas dunia,” katanya.
Adapun Fredy Kurniawan, visinya yakni menjadikan Institut Teknologi Kalimantan sebagai pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi sains dan teknologi yang memiliki daya saing global, berakar pada kearifan lokal, serta berkontribusi nyata pada pembangunan berkelanjutan Indonesia. Tiga aspek utama yang ditekankan ialah daya saing global, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan.
Penguatan sumber daya manusia, disebutnya menjadi salah satu agenda penting melalui peningkatan kapasitas akademik dan kepemimpinan, rekrutmen dosen berkualitas, percepatan studi lanjut doktoral, serta peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan.
“Saya juga mendorong digitalisasi kampus terpadu melalui pengembangan ekosistem Smart Campus, integrasi sistem informasi akademik dan e-learning, smart library, penguatan infrastruktur digital untuk riset, serta otomatisasi layanan administrasi,” tuntasnya. (*)
Editor : Duito Susanto