KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan mencatat ribuan kasus flu (common cold) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda wilayahnya selama periode Juli hingga pertengahan Agustus.
Peningkatan angka kesakitan ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur. Berdasarkan data Diskes Balikpapan, kasus flu pada Juli mencapai 5.861 kasus, sedangkan pada Agustus hingga pekan ketiga tercatat sebanyak 3.945 kasus.
Sementara itu, kasus ISPA tercatat sebanyak 1.136 kasus pada Juli dan 832 kasus hingga pekan ketiga Agustus. Kedua penyakit tersebut kini masuk dalam jajaran 10 penyakit terbanyak di Balikpapan.
Kepala Diskes Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa lonjakan kasus ini berbanding lurus dengan kondisi cuaca buruk dan suhu udara yang melonjak tinggi.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Balikpapan Belum Dibangun, Pemkot Tunggu Keputusan Pusat
“Ini terkait cuaca yang kurang bagus, karena panas yang suhunya bisa lebih dari 30 derajat. Sehingga angka kesakitan untuk ISPA cukup tinggi di puskesmas,” ujar Alwiati.
Melihat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meningkatnya titik panas di Kaltim, Alwiati meminta masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit pernapasan. Ia mengimbau warga yang mengalami gejala ISPA agar segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.
"Jika anggota keluarga mengalami ISPA, segera berobat ke puskesmas terdekat atau ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdaftar sebagai peserta BPJS," tuturnya.
Selain itu, Diskes Balikpapan membagikan sejumlah langkah pencegahan bagi masyarakat. Pertama membatasi aktivitas di luar saat suhu tinggi sekali.
Baca Juga: Masuk Kriteria Sekolah Rakyat, Tak Semua Anak Mau Bersekolah: Ada yang Harus Bantu Keluarga
Kedua bagi pengendara terutama kendaraan roda dua sebaiknya menggunakan masker. “Kondisi cuaca yang kering ini debu meningkat, dan suhu di luar ruangan juga tinggi sekali,” ungkapnya.
Serta konsumsi air putih lebih intens untuk menjaga kondisi tubuh lebih sehat. Meskipun kasus pernapasan meningkat, Alwiati memastikan bahwa kualitas udara di Balikpapan saat ini masih terpantau aman dan cukup baik.
“Apabila terdapat peningkatan status kualitas udara, OPD terkait tentu merilis secara terbuka dan menyampaikan kewaspadaan dini,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo