BALIKPAPAN – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mendukung program Tailor Mode Training (TMT) yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Program tersebut dinilai dapat memperkuat kompetensi pencari kerja sekaligus mempersempit kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar mengatakan TMT memiliki pendekatan berbeda karena materi pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurut dia, pola tersebut penting agar pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan perusahaan.
“Jadi, kita tidak hanya memberikan pelatihan berdasarkan program yang tersedia, tetapi berusaha memastikan bahwa kompetensi yang dilatih memang dibutuhkan oleh perusahaan,” ujar Adamin, belum lama ini.
Baca Juga: 5.000 Pencari Kerja Terdata di Balikpapan, Disnaker Ungkap Tantangan agar Bisa Terserap
TMT merupakan bagian dari Program Pelatihan Vokasi Stimulus Ekonomi Semester II 2026 yang diselenggarakan Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas).
Untuk memanfaatkan program tersebut, Disnaker Balikpapan telah berkoordinasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda. Koordinasi dilakukan untuk memastikan pemanfaatan kuota pelatihan sesuai mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Hasil koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengundang seluruh kecamatan dan perangkat daerah terkait. Mereka diminta segera mengusulkan daftar calon peserta sekaligus jenis pelatihan yang paling dibutuhkan masyarakat.
Tekan Kesenjangan Kompetensi
Adamin menilai pendekatan berbasis kebutuhan industri dapat menjadi salah satu cara mengatasi mismatch atau ketidaksesuaian kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan dunia kerja.
Persoalan tersebut menjadi tantangan ketika keterampilan yang dimiliki pencari kerja tidak sepenuhnya sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Ini bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun link and match antara pencari kerja dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.
Karena itu, Disnaker Balikpapan berharap program TMT tidak sekadar dimanfaatkan untuk menambah jumlah peserta pelatihan, tetapi mampu menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
Program tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Balikpapan, sekaligus memperluas peluang masyarakat memasuki dunia kerja.
“Juga memperluas kesempatan kerja, mengurangi kesenjangan kompetensi, dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan