Tim ITK Ciptakan Alat Pencuci Galon Otomatis Multi-Sudut untuk Depo Air Balikpapan Timur

Muhammad Rizki • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:56 WIB
INOVASI MESIN PENCUCI GALON OTOMATIS: Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang diketuai Ridhwan Haliq menguji coba alat pencuci galon otomatis di salah satu depo air minum isi ulang di Balikpapan Timur. Inovasi ini mengintegrasikan pembersih multi-sudut nosel bertekanan tinggi guna menjangkau lumut dan mencegah kontaminasi bakteri E. Coli di dalam galon 19 liter. (FOTO  ITK) KALTIM POST)
INOVASI MESIN PENCUCI GALON OTOMATIS: Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang diketuai Ridhwan Haliq menguji coba alat pencuci galon otomatis di salah satu depo air minum isi ulang di Balikpapan Timur. Inovasi ini mengintegrasikan pembersih multi-sudut nosel bertekanan tinggi guna menjangkau lumut dan mencegah kontaminasi bakteri E. Coli di dalam galon 19 liter. (FOTO ITK) KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan sistem distribusi dan pencucian galon untuk meningkatkan sanitasi depot air minum isi ulang di Balikpapan Timur.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai dosen ITK Ridhwan Haliq. Ia bersama mahasiswa Arini Anggraini Aris, Arliansyah, Tegar Sarnadi, Adiya Ilham, dan Muhammad Dandi mengembangkan sistem bertajuk Modernisasi Instalasi Distribusi dan Sistem Pencucian Galon untuk Menjamin Kualitas Air Minum Isi Ulang di Balikpapan Timur.

Pengembangan sistem tersebut berangkat dari persoalan yang ditemukan pada sejumlah depot air isi ulang. Salah satunya proses pencucian galon yang belum optimal karena masih menggunakan water jet tanpa mesin penyikat bagian dalam.

Kondisi tersebut berpotensi menyisakan lumut maupun kotoran pada bagian dalam galon. Sanitasi yang tidak optimal juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme apabila proses pencucian tidak dilakukan sesuai standar.

Tim ITK sebelumnya telah menerapkan peralatan generasi pertama. Namun, dari penerapan tersebut ditemukan sejumlah kendala, mulai dari sulitnya menjangkau bagian dalam galon, tekanan air yang menurun saat penggunaan bersamaan, hingga komponen yang relatif cepat mengalami keausan.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan sistem generasi kedua. Sistem baru mengintegrasikan mesin pencuci galon otomatis dengan beberapa sudut pencucian dan nosel bertekanan tinggi yang diarahkan ke bagian dalam galon. Sistem distribusi air juga dilengkapi manifold dan inline pressure regulator untuk menjaga kestabilan tekanan air.

Selain itu, material yang digunakan dirancang lebih tahan terhadap korosi dan penggunaan berulang. Pengembangan tersebut diharapkan membuat proses pencucian galon lebih efektif sekaligus mengurangi gangguan operasional pada depot.

Ridhwan menjelaskan, inovasi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengusaha depot air isi ulang di lapangan. Dengan demikian, teknologi yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan pemeliharaan.

Melalui pengembangan tersebut, tim berharap pelaku usaha depot air isi ulang dapat meningkatkan proses sanitasi galon sekaligus menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Inovasi itu juga menjadi bagian dari upaya ITK menghubungkan hasil pengembangan teknologi kampus dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha lokal di Balikpapan. (riz)

 
 
 
Editor : Muhammad Rizki
Inovasi Alat Pencuci Galon Depo Air Isi Ulang Sanitasi Air Minum ITK Balikpapan ITK