KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penanganan pascakebakaran Pasar Sepinggan yang terjadi tiga pekan lalu terus berjalan. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang berjalan sesuai janji.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memanfaatkan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengebut pembangunan TPS. Langkah ini diambil demi menjaga kelangsungan aktivitas perekonomian warga di kawasan Balikpapan Selatan.
Baca Juga: Bangun TPS Pasar Sepinggan Rp 4,6 Miliar, Pemkot Balikpapan Patok 3 Syarat Ketat bagi Pedagang
Wali Kota menekankan, keberadaan TPS sangat krusial karena menyangkut hajat hidup masyarakat, baik pedagang maupun pembeli yang mengandalkan Pasar Sepinggan setiap harinya.
“Saya mengimbau kepada pedagang agar menggunakan TPS dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada perebutan lahan. Mereka yang selama ini aktif berjualan berhak mendapatkan kios untuk berjualan kembali,” tegas Rahmad.
Baca Juga: Tim ITK Ciptakan Alat Pencuci Galon Otomatis Multi-Sudut untuk Depo Air Balikpapan Timur
Terkait keluhan sejumlah pedagang yang hanya menerima alokasi satu petak TPS per nama kepemilikan—meski sebelumnya memiliki lebih dari satu petak—Rahmad meminta pengertian dari para pedagang.
Dia mengingatkan bahwa fasilitas yang dibangun Pemkot saat ini bersifat sementara agar seluruh pedagang yang terdampak bisa terakomodasi secara adil.
“Jangan monopoli. Kita berhak mencari keuntungan, tetapi jangan sampai mengabaikan pedagang yang lain,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto