Kebakaran Rumah di Karang Rejo Balikpapan, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak di Loteng

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:19 WIB
Rumah di RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah yang terbakar, Rabu (26/8) sore. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Rumah di RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah yang terbakar, Rabu (26/8) sore. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Kebakaran melanda sebuah rumah di RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Rabu (26/8) sore.

Seorang bocah berusia 4 tahun bernama Devan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah saat api membesar.

Lurah Karang Rejo Budi mengatakan, informasi awal kebakaran diterima pihak kelurahan dari ketua RT.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakaknya. “Korban satu orang atas nama Devan, umurnya 4 tahun,” kata Budi.

Selain korban meninggal, sekitar lima orang terdampak dalam kejadian tersebut. Tiga di antaranya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis, termasuk dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina.

Baca Juga: Dulu Andalkan Air Sungai saat Kemarau, Warga Lamaru Balikpapan Kini Nikmati Sumur Bor Bantuan TNI

Rahmat, tetangga sekaligus saksi kejadian, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar kakak korban berteriak meminta pertolongan.

Ketika keluar rumah, ia melihat api sudah membesar. “Kakaknya itu teriak tolong-tolong. Begitu saya keluar, api sudah besar,” ujarnya.

Rahmat bersama seorang warga sempat berusaha masuk untuk menyelamatkan korban. Namun, kobaran api dan panas membuat keduanya kesulitan mendekat.

Menurut Rahmat, korban berada di bagian loteng bersama kakaknya. Kakak korban berhasil menyelamatkan diri melalui jendela.

Sementara Devan sempat terlihat mengangkat tangan meminta pertolongan. “Sempat angkat tangan, minta tolong. Cuma tidak bisa, api sudah besar betul,” katanya.

Rahmat memperkirakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Sementara personel Damkar Balikpapan Utara Djuned mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 16.44 Wita. Ia memperkirakan kebakaran bermula sekitar pukul 16.30 Wita.

Baca Juga: Penikaman Maut di SPBU Km 4 Balikpapan, Pria Tewas dengan Tujuh Luka Tusuk, Terduga Pelaku Ditangkap

Sekitar 10 unit pemadam dikerahkan dari sejumlah wilayah. Namun, keterbatasan akses membuat hanya sekitar lima unit yang dapat masuk dan melakukan pemadaman di lokasi.

Api berhasil dikuasai sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dilakukan. Petugas kemudian mengevakuasi korban dari dalam bangunan.

Djuned mengatakan, proses evakuasi sempat terkendala karena petugas menunggu kantong jenazah.

Damkar bersama kepolisian akhirnya menggunakan perlengkapan yang tersedia untuk mengevakuasi korban.

Di tengah penanganan kebakaran, petugas juga menghadapi banyaknya warga yang masuk hingga area ring satu.

Kondisi tersebut dinilai menghambat proses pemadaman dan evakuasi sekaligus membahayakan keselamatan warga.

“Banyak warga yang masuk ke TKP, masuk ke ring satu tanpa alat safety. Itu yang ditakutkan, rumah itu ada loteng, mana tahu roboh, sedangkan di bawah banyak warga berkerumun,” jelas Djuned.

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan pentingnya menjaga area kebakaran tetap steril. Selain memberikan ruang bagi petugas melakukan pemadaman dan evakuasi, pembatasan warga diperlukan untuk mencegah munculnya korban tambahan akibat runtuhan bangunan maupun material terbakar. (rd)

Editor : Romdani.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Komjen Fadil Imran letjen lucky avianto kebakaran balikpapan Balikpapan Tengah