KALTIMPOST.ID-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan belum berdampak langsung terhadap kondisi udara di Balikpapan. Hingga Kamis (27/8), kota ini masih relatif aman dari paparan asap kiriman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyebut, arah angin menjadi faktor utama yang membuat asap karhutla tidak bergerak menuju Balikpapan.
Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan Huda Abshor Muhsinin mengatakan, massa asap dari sejumlah titik kebakaran saat ini cenderung terbawa ke wilayah utara. “Jadi asap ini dibelokkan oleh angin, tidak sampai ke Balikpapan,” ujarnya, Jumat (28/8).
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Melambat, DPRD Ingatkan Ancaman Penurunan Daya Beli Masyarakat
Menurut Huda, pergerakan asap karhutla dapat menjangkau wilayah cukup jauh, bergantung pada pola dan kecepatan angin. Kondisi itu terlihat dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Berau.
Berdasarkan pemantauan citra asap BMKG, kepulan asap dari wilayah tersebut terdeteksi bergerak ke arah utara hingga melintasi batas negara. “Kami deteksi itu sudah sampai ke Melayu, Sabah, Malaysia,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan titik api di suatu daerah tidak otomatis membuat wilayah di sekitarnya terpapar asap. Arah angin ikut menentukan distribusi dan wilayah yang berpotensi terdampak.
Meski demikian, warga Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir sempat melihat udara pada pagi hari tampak berkabut.
Fenomena itu menimbulkan kekhawatiran karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
BMKG memastikan kondisi tersebut tidak serta-merta berasal dari asap karhutla. Huda menjelaskan, udara yang terlihat berkabut di sejumlah kawasan Balikpapan lebih berkaitan dengan kondisi cuaca kering setelah minim hujan.
Partikel dari emisi kendaraan bermotor maupun kebakaran yang terjadi di dalam kota juga dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Baca Juga: Kadin Balikpapan Dorong CFD Jadi Panggung UMKM dan Ekonomi Kreatif, Bukan Sekadar Tempat Jualan
“Memang itu asap, tapi bukan dari karhutla, melainkan dari kendaraan. Kemudian di Balikpapan juga beberapa kali ada kebakaran. Karena sudah lama tidak ada hujan, asap itu menyelimuti kota,” jelasnya.
Minimnya hujan membuat partikel di udara lebih mudah bertahan dan terakumulasi. Karena itu, meski belum terdampak asap kiriman karhutla, kondisi atmosfer dan perkembangan arah angin tetap perlu dicermati. (rd)
Editor : Romdani.