Pemkot Balikpapan Siapkan Lahan 7 Hektare di Kilometer 13 untuk Sekolah Rakyat

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo beberapa waktu lalu meninjau kesiapan lahan sekolah rakyat di Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Kilometer 13 Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo beberapa waktu lalu meninjau kesiapan lahan sekolah rakyat di Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Kilometer 13 Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan kesiapan lahan yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut berlokasi di kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka Kilometer 13.

​Rencananya, Sekolah Rakyat akan memanfaatkan lahan seluas 7 hektare dari total 25 hektare luas keseluruhan Bumi Perkemahan. Pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada 2027 mendatang.

​“Kami berharap anggaran untuk pembangunan sekolah rakyat bisa turun tahun depan agar semakin cepat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, Penumpang Domestik Bandara Sepinggan Balikpapan Turun 14 Persen  

​Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk membantu warga kurang mampu agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak, utamanya bagi masyarakat yang terdata dalam kelompok desil 1 dan desil 2.

Baca Juga: Menakar Solusi di Tengah Keterbatasan: Evaluasi Layanan Poliklinik RSUD HIS

​Bagus menegaskan, Pemkot Balikpapan berkomitmen penuh mendukung akomodasi kebutuhan proyek ini. Pemerintah daerah mengambil tanggung jawab dalam penyediaan dan pematangan lahan.

​“Ini bentuk program pemerintah pusat dan kita bantu, sekaligus menambah jumlah daya tampung sekolah,” ucapnya.

Baca Juga: 40 Paket Diduga Sabu-Sabu Ditemukan di Tiga Lokasi di Sangatta, Satu Disembunyikan di Bawah Batu

​Menurut Bagus, Balikpapan hingga kini masih menghadapi tantangan keterbatasan daya tampung siswa. “Karena selama ini kita masih kekurangan sekolah. Semoga keberadaan Sekolah Rakyat nanti bisa membantu,” tuturnya.

​Sekolah Rakyat akan mengusung konsep boarding school terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kawasan ini nantinya dilengkapi dengan fasilitas ruang belajar, asrama, hingga sarana olahraga.

​“Lahan seluas ini akan memberikan kemudahan siswa untuk belajar dan beraktivitas,” ujar Bagus.

​Ia menambahkan, pemilihan lokasi ini merupakan langkah optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah yang sudah ada. Terlebih, akses jalan menuju lokasi Kilometer 13 dinilai sudah memadai dan mudah dijangkau.

​“Lokasi tidak masalah, tinggal bagaimana pematangan lahan dan perencanaan yang baik,” sebutnya.

Pemkot Balikpapan berharap alokasi anggaran pembangunan Sekolah Rakyat sebesar Rp250 miliar dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi.

​Sementara itu, opsi penggunaan lahan di kawasan Sirkuit Lamaru untuk sekolah rakyat dipastikan batal. Penyebabnya, akses jalan di wilayah tersebut masih sulit dan belum memadai bagi masyarakat.

​“Mungkin lokasi di Lamaru akan kita alokasikan untuk sekolah negeri terintegrasi dengan syarat ketersediaan lahan 20 hektare,” pungkas Bagus. (*)

Editor : Sukri Sikki
pemkot balikpapan Sekolah Rakyat Bagus Susetyo