44 Tim dari Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong Adu Ketangkasan di LPKBB Bayan Craft Art Fest 2026

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:23 WIB
LPKBB Bayan Craft Art Fest 2026. (FOTO NURON/KP)
LPKBB Bayan Craft Art Fest 2026. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Sebanyak 44 tim dari berbagai sekolah di Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong beradu kemampuan dalam Lomba Peraturan Ketangkasan Baris-Berbaris (LPKBB) Bayan Craft Art Fest 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (29/8).

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, kompetisi tersebut tak lagi hanya menjadi ajang menguji kemampuan dasar baris-berbaris.

Peserta juga dituntut menunjukkan kekompakan, disiplin, dan kreativitas melalui variasi formasi hingga konsep penampilan.

Jangkauan peserta tahun ini pun semakin luas. Jika sebelumnya didominasi sekolah asal Balikpapan, LPKBB kali ini turut diikuti tim dari Samarinda dan Tenggarong.

Baca Juga: LAPSUS: Benarkah Sawit Penyebab Utama Karhutla? Gapki Ungkap Data Titik Api di Luar Konsesi

Ketua Panitia Pelaksana LPKBB Bayan Craft Art Fest 2026 Maulidina Aprialin mengatakan, kompetisi sejak awal dirancang sebagai wadah bagi pelajar yang memiliki minat terhadap baris-berbaris. Mereka mendapat ruang untuk menguji hasil latihan dalam atmosfer kompetisi.

“Tujuan utamanya memang sebagai wadah bagi para pembaris di Balikpapan. Kami ingin memberikan ruang bagi pelajar yang suka baris-berbaris untuk berlatih, tampil, dan mengikuti kompetisi,” ujarnya.

Menurut Maulidina, antusiasme peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Panitia tetap membatasi jumlah peserta, tetapi tahun ini jumlah tim yang ambil bagian lebih banyak.

Masuknya peserta dari luar Balikpapan juga membuat persaingan semakin beragam. Setiap sekolah membawa pola latihan, kemampuan, serta konsep penampilan masing-masing.

Kondisi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan dengan tim dari daerah lain.

Penilaian tidak hanya bertumpu pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Variasi formasi, makeup, dan kostum turut menjadi aspek yang diperhatikan.

Peserta diberikan kebebasan menentukan tema sehingga masing-masing tim dapat menampilkan karakter berbeda.

Baca Juga: LAPSUS: Karhutla Mulai Ganggu Penerbangan Balikpapan, Sejumlah Rute Sempat Delay hingga 4 Jam

“Untuk tema, kami lebih memberikan kebebasan kepada peserta untuk berekspresi. Fokus kami ada pada variasi formasi, sehingga setiap sekolah bisa membawa konsep yang berbeda-beda sesuai kreativitas mereka,” jelasnya.

Di balik penampilan tersebut, setiap tim harus melalui proses latihan yang membutuhkan kedisiplinan dan komunikasi.

Kekompakan menjadi krusial karena kesalahan seorang anggota dapat memengaruhi keseluruhan penampilan.

Panitia menghadirkan empat juri untuk menilai peserta. Tiga di antaranya berasal dari luar kota, termasuk dari Jawa.

Sedangkan satu juri merupakan profesional asal Balikpapan. Mereka menilai aspek PBB, variasi formasi, hingga penampilan peserta.

Maulidina berharap kompetisi tidak semata-mata dipandang sebagai ajang mengejar gelar juara. Hasil perlombaan dapat menjadi evaluasi untuk memperbaiki kemampuan setiap tim.

“Kalau tahun ini belum mendapatkan hasil yang diharapkan, mungkin tahun depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

LPKBB merupakan salah satu rangkaian Bayan Craft Art Fest 2026. Selain menjadi ruang kompetisi antarsekolah, kegiatan tersebut diharapkan memperluas pembinaan baris-berbaris sekaligus membentuk disiplin, kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan bekerja sama di kalangan pelajar. (rd)

Editor : Romdani.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran Bayan Open 2026 letjen lucky avianto