KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – DPW Himpun Masyarakat Sinjai (Himas) Kalimantan Timur siap mengukir terobosan baru dalam agenda pelantikan pengurus periode anyar di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (2/9/2026).
Dalam perhelatan tersebut, DPW Himas Kaltim bakal meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta aplikasi smartphone untuk memutakhirkan pendataan warga keturunan Sinjai yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Etam.
Berdasarkan data terakhir, populasi warga berdarah Sinjai di Kaltim diperkirakan mencapai 60 ribu jiwa, dengan sebaran terbesar berada di Balikpapan dan Samarinda.
Baca Juga: Boyong Suasana Kampung Halaman, Pelantikan DPW Himas Kaltim di BSCC Dome Bertabur Hadiah Umrah
Ketua DPW Himas Kaltim, Ahmad Rustam, menegaskan bahwa kepengurusan baru ini mengusung misi utama berupa regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran pemuda.
Pihaknya berkomitmen untuk mendorong semangat generasi muda agar dapat melanjutkan jejak serta kontribusi para tokoh pendahulu.
"Kami ingin menggerakkan sektor-sektor anak muda agar bisa berkolaborasi dan membangun Bumi Etam," ujar Ahmad Rustam.
Ia meneladani rekam jejak tokoh-tokoh asal Sinjai yang telah menorehkan prestasi serta kontribusi nyata bagi daerah, salah satunya almarhum Mukmin Faisyal yang pernah menjabat sebagai wakil gubernur Kalimantan Timur. Rustam optimistis, melalui keterbukaan ruang dan potensi bagi anak muda, kejayaan organisasi dapat terus dirawat.
Baca Juga: Viral Penganiayaan Anak Kucing di Balikpapan, Siapa Pelakunya?
Rustam menyampaikan bahwa DPC Himas saat ini telah terbentuk di delapan kabupaten/kota di Kaltim. Pihaknya menargetkan pembentukan kepengurusan di dua wilayah tersisa, yakni Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Tak sekadar seremoni formal, agenda pelantikan akan disajikan layaknya pesta rakyat yang mengusung nuansa kebudayaan "Satu Malam di Sinjai" guna mengobati kerinduan para perantau.
Rustam mengingatkan seluruh warga Sinjai, baik yang merantau maupun yang lahir di tanah Kalimantan, untuk terus memegang teguh pepatah 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'.
"Artinya, kita harus berperan aktif dan bergandengan tangan bersama seluruh unsur masyarakat serta pemerintah untuk memajukan Kaltim, tanpa melupakan daerah asal," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto