BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Memasuki musim pancaroba, ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Kalimantan Timur dikhawatirkan memperburuk kualitas udara dan memicu gangguan kesehatan masyarakat.
Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat adanya kenaikan tren kasus penyakit pernapasan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kenaikan terjadi pada tiga jenis gangguan pernapasan utama, yakni common cold (flu), faringitis akut, dan ISPA.
Kasus flu mencatatkan kenaikan tertinggi dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus. Pada periode yang sama, kasus faringitis akut meningkat dari 1.714 menjadi 1.966 kasus, sementara kasus ISPA naik dari 1.135 menjadi 1.361 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa meski ada peningkatan, grafik kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar seiring datangnya musim pancaroba.
“Kita memang harus menyadari bahwa setiap hari Balikpapan merasakan dampak asap akibat karhutla. Namun jumlah kasus tidak ada kenaikan yang terlalu signifikan, ini memang tren pancaroba,” ujar Alwiati.
Ia menambahkan, ISPA selama ini memang menjadi salah satu penyakit dengan angka kasus tertinggi di Balikpapan, bahkan di luar kondisi karhutla.
Kendati demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terlebih Wali Kota Balikpapan telah menerbitkan surat edaran terkait kewaspadaan karhutla sebagai tindak lanjut instruksi Kementerian Lingkungan Hidup.
“Saya juga membuat edaran terkait kewaspadaan peningkatan jumlah ISPA akibat karhutla. Surat edaran itu sudah disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari klinik, rumah sakit, hingga puskesmas,” tegasnya.
Selain gangguan pernapasan, Alwiati mengingatkan bahwa penyakit diare juga berpotensi meningkat selama musim pancaroba sesuai dengan tren tahunan.
Mengenai pantauan kualitas udara, Diskes terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti penderita asma, diimbau untuk kembali mendisiplinkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Langkah pencegahan mandiri dapat dilakukan dengan mengurangi aktivitas luar ruang yang tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. (*)
Editor : Ismet Rifani