BALIKPAPAN – Jagad media sosial dihebohkan dengan pembunuhan terhadap 3 ekor anak kucing. TKP-nya disebut-sebut di lingkungan SMKN 3 Balikpapan. Beragam komentar menyikapi hal tersebut. Umumnya netizen menyebut, perbuatan tersebut masuk kategori biadab.
Apalagi dari foto-foto tiga ekor hewan tak berdosa ini menunjukkan eksekusi tergolong sadis. Bahkan satu ekor kucing ---mohon maaf—terpisah bagian kepala dan badannya.
Kepala SMKN 3 Balikpapan Sukarni Chandra yang dikonfirmasi pada Selasa (1/9) mengakui dugaan pembantaian sejumlah kucing terjadi di lingkungan sekolah. Namun, ia membantah tudingan bahwa dirinya terlibat maupun memerintahkan tindakan tersebut.
Ia menegaskan, pihak sekolah tidak menyangkal adanya kejadian terhadap kucing di salah satu ruangan yang sudah tidak digunakan.
Ia menjelaskan, ada tiga ekor kucing yang menjadi korban. Namun, kondisi salah satu kucing disebut lebih mengenaskan karena bagian lehernya terpotong.
“Nah, satu inilah yang sebenarnya memperkeruh suasana karena lehernya terpotong,” ujarnya.
Meski mengakui kejadian berlangsung di lingkungan sekolah, Sukarni mengatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa pelakunya.
Menurutnya, sekolah tidak ingin sembarangan menuduh pihak tertentu. Sekolah masih mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Sukarni mengatakan, ruangan tempat kejadian berada di area yang dikenal sebagai gedung miring. Ruangan tersebut sudah lama tidak digunakan karena kondisi bangunan yang miring dan dinilai berisiko.
Meski tidak terdapat CCTV di dalam ruangan tersebut, Sukarni menyebut terdapat kamera pengawas di bagian lain sekolah yang dapat merekam aktivitas di sekitar lokasi.
Menurutnya, rekaman tersebut berpotensi menjadi salah satu bukti untuk mengungkap kejadian. Pihak sekolah pun menunggu proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
Sukarni mengaku telah mendatangi kepolisian setelah mengetahui adanya laporan terkait dugaan pembantaian kucing tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian membenarkan adanya laporan yang masuk.
“Saya minta semoga cepat diproses, siapa pelakunya. Karena pada dasarnya nama saya sudah jelek di media sosial,” katanya.
Ia berharap polisi segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sukarni juga menegaskan pihak sekolah siap terbuka dan bekerja sama apabila polisi melakukan pemeriksaan di lingkungan SMKN 3 Balikpapan.
Di sisi lain, Sukarni meminta masyarakat tidak membangun opini yang dinilai dapat merugikan nama baik dirinya maupun institusi pendidikan sebelum adanya hasil penyelidikan.
Ia juga membuka ruang komunikasi dengan pihak yang pertama kali mengunggah informasi mengenai kejadian tersebut di media sosial. (*)
Editor : Ismet Rifani