Kondisi Udara Balikpapan Memburuk Imbas Karhutla Tetangga, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:50 WIB
Suasana kabut asap yang menyelimuti kawasan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (2/9/2026).

 
Suasana kabut asap yang menyelimuti kawasan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (2/9/2026).  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah sekitar kembali menyelimuti langit Kota Balikpapan pada Rabu (2/9/2026). Seiring  dengan melonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan flu di kota tersebut selama bulan Agustus.

​Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau seluruh masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

​“Kualitas udara sepengetahuan saya masih aman, dalam kategori sedang. Kabut ini merupakan kiriman asap dari daerah tetangga. Mengingat pengaruh cuaca saat ini, saya menganjurkan warga Balikpapan yang bepergian keluar rumah dalam waktu lama untuk memakai masker,” ujar Rahmad, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: 100 Personel Satgas TNI Diterjunkan Cegah Karhutla di Balikpapan

​Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, kasus flu mengalami kenaikan tertinggi dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus. Sementara itu, kasus faringitis akut meningkat dari 1.714 menjadi 1.966 kasus, dan kasus ISPA naik dari 1.135 menjadi 1.361 kasus.

​Rahmad menjelaskan, wilayah Balikpapan tidak mengalami hujan selama hampir dua bulan terakhir. Kondisi kekeringan ini membuat vegetasi dan lahan menjadi sangat mudah terbakar, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

​“Jangan membuang puntung rokok sembarangan, apalagi mencoba membuka lahan perkebunan atau membersihkan lingkungan dengan cara dibakar. Dahan dan daun kering sangat mudah tersulut,” tegasnya.

Baca Juga: Tiga PJU Polres Paser Bergeser, dari Wakapolres Hingga Kapolsek

​Mengantisipasi potensi karhutla lokal, Rahmad telah menginstruksikan seluruh lurah dan camat, terutama di wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, agar mengintensifkan pemantauan wilayah serta mengedukasi masyarakat.

​“Jangan ada pembakaran dalam bentuk apa pun dan di mana pun. Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

​Pemerintah Kota Balikpapan terus memantau perkembangan situasi udara dalam beberapa waktu mendatang. Dia berharap kualitas udara dapat segera membaik sehingga belum perlu memberlakukan kebijakan meliburkan aktivitas sekolah. (*)

Editor : Sukri Sikki
kabut asap masker Rahmat Masud kota balikpapan karhutla