KALTIMPOST.ID-Polemik dugaan penyiksaan yang menyebabkan kematian empat anak kucing di lingkungan SMK 3 Balikpapan terus bergulir.
Ketua Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa (Kom-Perkasa) Roger Paulus Silalahi membantah pernyataan kepala sekolah yang menyebut telah membuka ruang komunikasi terkait kasus tersebut.
Roger mengatakan, dirinya justru telah berupaya menghubungi kepala sekolah melalui media sosial untuk meminta penjelasan. Namun, menurut dia, upaya tersebut tidak mendapatkan respons.
“Tidak ada itu. Sebaliknya saya tag dia, pasti muncul di DM-nya, tapi tidak ada respons sama sekali,” kata Roger, Rabu (2/9).
Baca Juga: Poster Pilwali Balikpapan 2031 Mulai Beredar, Abdulloh Buka Suara soal Peluang Maju
Kriminolog lulusan Universitas Indonesia itu mengaku memperoleh informasi bahwa pihak sekolah mengumpulkan sejumlah siswa dan guru yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Ia mengaku menerima rekaman yang memperlihatkan kepala sekolah memberikan klarifikasi kepada sejumlah kelompok siswa.
Menurut Roger, langkah tersebut menjadi perhatian karena komunikasi justru lebih banyak dilakukan secara internal kepada siswa.
Sementara dirinya yang berupaya meminta penjelasan terkait kasus tersebut mengaku belum mendapatkan respons.
“Yang saya dapat rekaman, kepala sekolah sibuk mengklarifikasi dirinya ke murid-murid, ke berbagai kelompok murid,” ujarnya.
Roger juga mengaku telah berkomunikasi dengan seorang siswa yang disebut memiliki foto kondisi empat anak kucing tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diterimanya, siswa itu sempat ditanya kepala sekolah mengenai keberadaan foto asli. “Dia tanya juga kepada siswa yang mengambil foto itu, ‘Mana foto aslinya?’,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Beri Apresiasi Rektor Uniba setelah Meraih Penghargaan Duta Perubahan Kota
Roger menyebut siswa tersebut sempat menyampaikan kekhawatiran mengenai konsekuensi yang mungkin diterimanya setelah kasus mencuat.
Ia kemudian memberikan dukungan agar siswa tersebut tidak takut kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Dia sampai tanya ke saya, ‘Pak, nanti kalau dikeluarkan saya gimana?’ Saya bilang, pokoknya kalau kamu sampai dikeluarkan dari sekolah, saya akan sekolahkan kamu di tempat lain. Jadi saya menjamin anak ini tetap sekolah,” tuturnya.
Dukungan serupa, kata Roger, siap diberikan kepada guru yang mengetahui atau sempat berupaya menyelamatkan kucing tersebut.
Namun, ia memahami apabila guru yang bersangkutan khawatir memberikan keterangan karena berkaitan dengan status pekerjaan dan penghidupannya.
Roger juga menyoroti rentang waktu sebelum empat anak kucing ditemukan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kucing tersebut ditempatkan di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita dan ditemukan siswa sekitar pukul 05.00 Wita keesokan harinya.
Dalam rentang sekitar sembilan jam itu, Roger menyebut terdapat tiga petugas keamanan di lingkungan sekolah. Salah satunya disebut memiliki kedekatan dengan kepala sekolah.
Namun, Roger menegaskan belum dapat dipastikan siapa yang bertanggung jawab maupun apakah terdapat perintah dari pihak tertentu.
Karena itu, menurutnya, penyelidikan diperlukan agar kasus tidak berkembang hanya berdasarkan dugaan.
Baca Juga: Pangdam VI/Mulawarman Kunjungi Malinau, Cek Kesiapan Prajurit hingga Pendidikan Anak Perbatasan
“Kepala sekolah tidak ada di kelas. Tidak ada. Yang saya pertanyakan apakah karena dia statusnya banyak diisukan sebagai tangan kanan, sangat mungkin perintahnya muncul dari kepala sekolah. Bisa saja perintah tidak muncul dari kepala sekolah, inisiatif pribadi dia,” katanya.
Roger mengaku telah berkomunikasi dengan Jatanras Polresta Balikpapan. Ia berharap aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku sehingga dapat dipastikan apakah pihak yang bertanggung jawab masih berada di lingkungan sekolah.
“Pelakunya harus ditemukan. Kenapa harus ditemukan? Supaya dapat dipastikan apakah pelaku masih ada di sekolah atau tidak,” ujarnya.
Keberadaan kamera pengawas atau CCTV juga dinilai penting untuk ditelusuri. Roger mengaku menerima informasi berbeda mengenai CCTV di lingkungan sekolah.
Ada keterangan bahwa kamera pada salah satu titik tidak berfungsi, sementara informasi lain menyebut terdapat rekaman yang dapat menunjukkan aktivitas berkaitan dengan kejadian tersebut.
Karena itu, ia berharap keberadaan dan rekaman CCTV dapat dipastikan sebagai bagian dari upaya mengungkap rangkaian peristiwa.
Kasus tersebut mencuat setelah empat anak kucing ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lingkungan SMK 3 Balikpapan.
Peristiwa itu mendapat perhatian publik dan memunculkan desakan agar pihak yang bertanggung jawab ditemukan.
Hingga kini, identitas pelaku maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu belum dapat dipastikan.
Seluruh dugaan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta alat bukti yang sah. (rd)
Editor : Romdani.