5.000 Jamaah Padati Balikpapan Islamic Center, Maulid Akbar Bersama Ustaz Das’ad Latief

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:45 WIB
Maulid Akbar di BIC. (FOTO NURON/KP)
Maulid Akbar di BIC. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Hari kerja tak menyurutkan antusiasme masyarakat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Madinatul Iman atau Balikpapan Islamic Center (BIC), Rabu (2/9).

Sekitar 5.000 jemaah memadati kawasan masjid untuk mengikuti rangkaian Maulid Akbar dan mendengarkan tausiah Ustaz Das’ad Latief.

Kepadatan sudah terlihat di akses menuju kawasan BIC. Kendaraan dan jemaah terus berdatangan menjelang rangkaian kegiatan dimulai.

Tingginya partisipasi tersebut menjadi gambaran kuatnya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan, meski berlangsung di tengah aktivitas hari kerja.

Baca Juga: Hunian Hotel Berbintang Balikpapan Naik Jadi 58,43 Persen, tapi Turun Dibanding Juni 2026

Ketua Badan Pengelola Masjid Madinatul Iman BIC Muhammad Andi Yusri mengatakan, jumlah jemaah diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang.

Angka tersebut dinilai cukup besar karena Maulid Akbar digelar bukan pada akhir pekan atau hari libur.

“Itu sekitar mungkin lima ribuan jemaah karena pelaksanaannya dilaksanakan di hari kerja. Jadi, kemungkinan memang tidak sebanyak kalau misalnya di waktu libur atau Minggu. Tapi, alhamdulillah cukup ramai,” kata Yusri.

Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang digelar setiap tahun di BIC. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus memperkuat aktivitas keagamaan di masjid.

Tahun ini, rangkaian kegiatan meliputi Salat Zuhur berjemaah, selawat Maulid, zikir dan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Wali Kota Balikpapan, hingga tabligh akbar bersama Das’ad Latief.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud selaku ketua umum BIC.

Menurut Yusri, salah satu dukungan tersebut berupa fasilitasi kehadiran Das’ad Latief sebagai penceramah.

“Masjid Madinatul Iman ini memang program rutin setiap tahun. Kebetulan oleh Ketua Umum, Bapak Wali Kota, mendatangkan Ustaz Das’ad Latief sebagai penceramah. Jadi, kami terima kasih ke Bapak Wali Kota, memfasilitasi datangnya Pak Ustaz Das’ad Latief,” ujarnya.

Baca Juga: Sidang Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Balikpapan, JPU Sebut Keterangan Terdakwa BS Berbelit

Selain Rahmad dan Yusri, Muhammad Jailani Mawardi sebagai Imam Besar MMI BIC turut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.

Bagi pengelola, tingginya jumlah jemaah juga menjadi tantangan dalam memastikan kegiatan berjalan nyaman.

Kehadiran ribuan orang dalam satu kawasan membutuhkan pengaturan ketertiban, kebersihan, hingga arus jamaah.

Yusri memastikan sejumlah petugas telah disiapkan. Persoalan kebersihan dan ketertiban juga telah dikoordinasikan sebelum kegiatan berlangsung.

“Namanya acara menghadirkan banyak jemaah. Tentu banyak hal yang harus kita sikapi, ketertibannya, kebersihannya. Tapi sudah ada petugas yang kita minta untuk melakukan perbaikan, melakukan kebersihan, terus masalah ketertiban dan lain-lain sudah kita bahas,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala besar tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia.

Kesadaran jamaah menjaga ketertiban dan kebersihan juga dibutuhkan agar seluruh rangkaian dapat berlangsung nyaman.

Antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi pengelola untuk semakin menghidupkan BIC melalui berbagai kegiatan.

Baca Juga: Aktivis Satwa Buka Suara soal Kematian 4 Anak Kucing di SMK 3 Balikpapan, Desak Pelaku Diungkap

Fungsi masjid diharapkan tidak sebatas menjadi tempat menjalankan ibadah rutin, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan ruang silaturahmi masyarakat.

“Kami berharap bahwa penyelenggaraan Maulid seperti ini, hari-hari besar keagamaan, agama Islam, itu bisa kita laksanakan di Balikpapan Islamic Center,” harap Yusri.

Kehadiran sekitar 5.000 jamaah juga memperlihatkan kegiatan keagamaan tetap mendapat tempat di tengah kesibukan masyarakat perkotaan.

Momentum Maulid menjadi kesempatan untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW melalui rangkaian ibadah dan tausiah.

Bagi BIC, partisipasi masyarakat tersebut sekaligus menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan keagamaan.

Terlebih, kawasan ini memiliki kapasitas untuk menjadi salah satu pusat aktivitas umat di Balikpapan.

Peringatan hari besar Islam pun diharapkan dapat terus dikembangkan dengan pengelolaan yang semakin baik.

Selain menghadirkan kegiatan keagamaan, agenda tersebut dapat memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarmasyarakat.

Maulid Akbar 1448 Hijriah akhirnya bukan sekadar menghadirkan ribuan jemaah dan penceramah.

Antusiasme masyarakat pada hari kerja menjadi gambaran bahwa BIC tetap memiliki daya tarik sebagai ruang ibadah, silaturahmi, sekaligus pusat kegiatan keagamaan di Kota Minyak. (rd)

Editor : Romdani.
Balikpapan Islamic Center (BIC) Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Komjen Karyoto letjen lucky avianto Ustaz Das’ad Latief