Galeri Arsip Balikpapan Resmi Dibuka, Jejak Sejarah Kota Minyak Kini Bisa Dilihat Publik

Dina Angelina • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:18 WIB
PAMERAN: Bunda Literasi Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud (tengah) meninjau pameran dokumen bersejarah saat meresmikan Galeri Arsip Balikpapan di Kantor Disputakar Balikpapan, Kamis (3/9/2026).
PAMERAN: Bunda Literasi Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud (tengah) meninjau pameran dokumen bersejarah saat meresmikan Galeri Arsip Balikpapan di Kantor Disputakar Balikpapan, Kamis (3/9/2026).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Balikpapan resmi membuka Galeri Arsip Balikpapan pada Kamis (3/9/2026). Peresmian fasilitas edukasi sejarah ini diluncurkan langsung oleh Bunda Literasi Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud.

​Dalam kesempatan tersebut, Nurlena mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk mengenal lebih dalam sejarah perkembangan Kota Minyak. Kehadiran Galeri Arsip dinilai menjadi sarana strategis untuk mempelajari rekam jejak Balikpapan secara komprehensif.

​Di antaranya dari awal mula Balikpapan lahir, para pemimpin, hingga rencana pengembangan di masa mendatang. Semua harus diabadikan dan tercatat sebagai sejarah.

Baca Juga: Evaluasi SE BBM Bersubsidi di Balikpapan, Pemkot Pantau SPBU Selama 6 Hari

Ia menekankan pentingnya membaca untuk menyerap ilmu pengetahuan serta meningkatkan indeks literasi masyarakat. Nurlena juga mendorong kolaborasi antar-komunitas, baik di bidang literasi maupun kearsipan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas baru tersebut.

​"Harus kita mulai dari sekarang, tularkan pengetahuan ini kepada anak dan cucu," tegasnya.

​Selain menampilkan rekam jejak para tokoh yang berjasa bagi daerah, Nurlena mengungkapkan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Langkah ini dilakukan guna mendokumentasikan arsip-arsip bersejarah Balikpapan yang saat ini masih tersimpan di Belanda.

​Upaya tersebut bertujuan agar generasi muda memahami akar sejarah kotanya, termasuk tonggak awal berdirinya Balikpapan yang ditandai dengan pengeboran Sumur Mathilda pada 10 Februari 1897.

Baca Juga: Warga Serbu Bazar Buku Murah Disputakar Balikpapan, Belum Buka Pengunjung Sudah Antre

​Sementara itu, Kepala Disputakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, menjelaskan bahwa koleksi yang dipamerkan saat ini merupakan arsip sekunder. Sebab, dokumen primer atau fisiknya yang asli tersimpan di ANRI. sebagian besar koleksi galeri ini merupakan milik Pemerintah Kota Balikpapan dan ANRI.

​Untuk melengkapi koleksi dan memperluas wawasan sejarah, Disputakar Balikpapan turut menggandeng sejarawan lokal dan pengelola cagar budaya seperti Rumah Dahor.

​"Galeri Arsip terbuka untuk umum selama jam pelayanan, yakni Senin sampai Jumat. Kami mempersilakan sekolah, komunitas, maupun warga yang ingin berkunjung," kata Neny.

​Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Disputakar akan terus mengumpulkan dan memperbarui arsip daerah. Neny berharap galeri ini dapat menghadirkan pembaruan koleksi setiap satu hingga dua bulan sekali. (*)

Editor : Duito Susanto
bunda literasi Nurlena Rahmad Mas'ud galeri arsip Disputakar Balikpapan sejarah Kota Minyak