Kisah Lauw Mukhayyar Menjaga Waktu Salat hingga Diberi HP Baru oleh Gojek

Maria Irham • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:04 WIB
BERKAT KETEGUHAN: Hampir sepuluh tahun mengabdi sebagai Mitra Perintis Jalan, Lauw temukan harmoni antara rezeki, keluarga, dan ibadah lewat fleksibilitas kerja, kini diganjar apresiasi Ponsel baru.
BERKAT KETEGUHAN: Hampir sepuluh tahun mengabdi sebagai Mitra Perintis Jalan, Lauw temukan harmoni antara rezeki, keluarga, dan ibadah lewat fleksibilitas kerja, kini diganjar apresiasi Ponsel baru.

BALIKPAPAN — Bagi Lauw Mukhayyar (49 tahun), mengaspal di jalanan Kota Balikpapan bukan semata-mata perjalanan mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Di atas roda dua yang dikendarainya sejak tahun 2015, tersimpan kisah tentang keteguhan hati seorang kepala keluarga yang berjuang menyeimbangkan urusan dunia dan spiritualitasnya.

Lauw merupakan bagian dari jajaran Mitra Perintis Jalan, generasi pengemudi paling awal yang berani mengambil tantangan untuk memperkenalkan layanan Gojek saat masyarakat Balikpapan baru pertama kali mengenal transportasi berbasis aplikasi.

Hampir sepuluh tahun berlalu, semangat Lauw di usia kepala empat tak sedikit pun luntur. Baginya, kebebasan mengatur jam kerja sebagai mitra Gojek adalah nikmat yang paling ia syukuri. Fleksibilitas tersebut memungkinkannya untuk senantiasa hadir bagi keluarga sekaligus menjalankan ibadah tanpa terkendala jam kantor yang mengikat.

"Dengan menjadi ojol, waktu ibadah bisa tepat waktu. Hampir semua masjid di Balikpapan sudah pernah saya masuki untuk salat," tutur Lauw dengan senyum tulus. Di sela-sela menerima orderan, ia bisa dengan leluasa pulang sejenak untuk mengantar istri atau mendampingi tumbuh kembang buah hatinya.

Kesetiaan dan kerja keras Lauw sebagai pionir kini berbuah manis. Dalam rangka memperingati perjalanan panjang para pejuang jalanan ini, Gojek menyerahkan apresiasi berupa unit smartphone baru kepada Lauw. Penyerahan gawai ini merupakan bagian dari gerakan apresiasi serentak yang menjangkau 9.000 Mitra Perintis Jalan di seluruh Indonesia.

Aksi ini selaras dengan perluasan Program Apresiasi Mitra (PAM) Gojek sejak tahun 2026. Skema PAM hadir makin komprehensif untuk menyokong kehidupan mitra secara menyeluruh, mulai dari jaminan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, BHR, beasiswa pendidikan anak, paket perlengkapan sekolah, poin Swadaya, kuota internet, kesempatan Umrah, hingga bentuk apresiasi khusus bagi Mitra Legend dan Mitra Perintis Jalan.

Kehadiran smartphone baru ini menjadi jawaban atas kendala yang dialami Lauw di lapangan. Gawai lamanya kerap mengalami kelambatan (hang) akibat usia pemakaian, padahal ponsel adalah instrumen utama untuk menerima pesanan. "Luar biasa, bahagia banget. Kami merasa dihargai setelah melewati perjalanan dari awal Gojek di Balikpapan. HP lama saya sudah sering hang karena sudah tua. Alhamdulillah dapat HP baru, jadi sangat terbantu," ungkapnya penuh haru.

Bagi Lauw, perhatian Gojek yang menyentuh ranah keluarga adalah hal yang paling berkesan. Ia teringat betapa terbantunya sang buah hati saat menerima paket perlengkapan sekolah dari program Yayasan GoTo Merah Putih. Menurutnya, dukungan dari rumah adalah bahan bakar utamanya di jalan. "Keluarga juga perlu diutamakan karena mereka yang mendukung kami sehingga bisa menjalani perjalanan sebagai mitra selama ini," tambahnya.

Bambang AW selaku Head of Ops Gojek menyampaikan terima kasih mendalam atas loyalitas para pionir ini. “Gojek dapat terus melangkah jauh hingga hari ini berkat kontribusi besar para mitra driver, khususnya para Perintis Jalan yang telah percaya dan tumbuh bersama kami sejak awal. Smartphone ini adalah wujud terima kasih kami atas perjalanan panjang tersebut. Kami menyadari bagi mitra, ponsel bukan cuma alat komunikasi, melainkan instrumen utama untuk menjemput rezeki. Kami berharap perangkat ini dapat mempermudah operasional harian serta membawa manfaat nyata Mitra Driver Gojek penerima beserta keluarganya," ujar Bambang. 

Bagi Lauw Mukhayyar, perjalanan nyaris satu dekade melintasi sudut-sudut Balikpapan membuktikan bahwa rezeki sejati hadir dalam wujud ketenangan jiwa dan ekosistem yang saling peduli. Berbekal smartphone baru dan niat yang lurus, Lauw siap melanjutkan kayuhan gasnya, menjemput rezeki untuk keluarga sekaligus melangkahkan kaki ke masjid saat panggilan salat berkumandang. (*)

Editor : Maria Irham
gojek mitra gojek