Natasya Modelling School Genap 9 Tahun, 50 Anak Balikpapan-PPU Unjuk Kemampuan di Gebyar Kita

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:22 WIB
Natasya Modelling School akan menggelar Gebyar Kita di Living Plaza Balikpapan, Sabtu (5/9). (FOTO NURON/KP)
Natasya Modelling School akan menggelar Gebyar Kita di Living Plaza Balikpapan, Sabtu (5/9). (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Puluhan anak dari Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) akan menunjukkan hasil pembelajaran dalam kegiatan Gebyar Kita di Living Plaza Balikpapan, Sabtu (5/9).

Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum ujian kompetensi peserta didik Natasya Modelling School dan peringatan sembilan tahun berdirinya sekolah modeling tersebut.

Sekitar 50 anak dari Balikpapan, PPU, Petung hingga Grogot dijadwalkan mengikuti kegiatan. Mereka terbagi dalam dua kategori usia, yakni kelas A untuk anak usia 2–6 tahun dan kelas B usia 7–12 tahun.

Founder sekaligus Owner Natasya Modelling School Ariana Gani mengatakan, ujian kompetensi rutin dilaksanakan setiap enam bulan untuk mengevaluasi perkembangan peserta didik. “Ujian kompetensi itu kita adakan setiap enam bulan sekali, seperti evaluasi kelas,” ujar Ariana.

Baca Juga: Mahligai Nusantara 2026 Hadirkan Fentura Pop di Balikpapan, Targetkan 20 Ribu Transaksi QRIS

Menurut dia, pembelajaran modelling tidak sebatas melatih kemampuan berjalan di atas catwalk atau berpose di depan kamera.

Proses pembinaan juga diarahkan untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, kedisiplinan, karakter serta kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan.

Semangat tersebut sejalan dengan motto Natasya Modelling School, yakni “Model yang berkarakter, ber-attitude dan berkelas”.

Latihan dilaksanakan empat kali dalam sebulan di Living Plaza Balikpapan. Tiga pertemuan digunakan untuk latihan catwalk, sedangkan satu pertemuan diisi kelas photoshoot.

Dalam kelas tersebut, anak-anak belajar pose, ekspresi serta membangun kepercayaan diri ketika berada di depan kamera.

Pengalaman peserta didik juga diperluas melalui berbagai kompetisi. Sejumlah anak binaan telah mengikuti perlombaan di luar daerah, di antaranya Jakarta, Bontang, Paser dan Penajam.

“Alhamdulillah dari sekian banyak anak-anak dari Natasya Modelling School sudah merambah ke luar kota,” katanya.

Ariana menilai keberhasilan pembinaan tidak semata diukur dari jumlah penghargaan. Keberanian tampil, kemampuan beradaptasi serta tumbuhnya rasa percaya diri juga menjadi bagian penting dari perkembangan anak.

Baca Juga: Tamu Hotel di Balikpapan Makin Singkat Menginap, BPS Dorong Event Lokal hingga Internasional

Memasuki usia sembilan tahun, Natasya Modelling School berupaya mempertahankan ruang pembinaan positif bagi anak-anak.

Dukungan Pemkot Balikpapan juga dinilai turut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mewakili daerah dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.

Melalui Gebyar Kita, peserta tidak hanya menjalani ujian kompetensi, tetapi juga mendapat ruang menunjukkan hasil latihan mereka kepada publik.

Ariana berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan anak-anak yang tidak hanya memiliki kemampuan modelling, tetapi juga karakter, sikap positif, disiplin dan kepercayaan diri yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Karyoto Komjen Fadil Imran letjen lucky avianto penajam paser utara ibu kota nusantara