BALIKPAPAN – Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di sejumlah titik di Balikpapan masih terlihat. Namun, perubahan pola pelayanan di SPBU COCO MT Haryono mulai membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Sejak pagi hingga pukul 22.00 WITA, pelayanan Pertalite di SPBU COCO MT Haryono difokuskan bagi kendaraan roda dua. Sementara pada pukul 22.00 WITA hingga 06.00 WITA, pelayanan Pertalite diperuntukkan khusus kendaraan roda empat.
Untuk mengisi kekosongan layanan kendaraan roda empat pada siang hingga malam hari, Pertamina Patra Niaga juga membuka lima SPBU lainnya untuk melayani Pertalite.
Skema tersebut belum sepenuhnya menghilangkan antrean. Namun, pada waktu tertentu kepadatan kendaraan di sekitar SPBU mulai lebih terurai. Kondisi ini turut memberi dampak bagi pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan MT Haryono.
Sebelumnya, antrean kendaraan yang memanjang hingga menutup akses sejumlah tempat usaha membuat konsumen kesulitan untuk berhenti. Persoalan semakin terasa karena sebagian pelaku usaha hanya mengandalkan ruang parkir di sisi jalan.
Kini, meski antrean masih menjadi pemandangan, ruang di depan sejumlah usaha mulai kembali terbuka.
Novel, pengusaha servis dan konter telepon seluler di kawasan tersebut, mengatakan konsumen perlahan mulai kembali berdatangan.
Menurutnya, kondisi sebelumnya cukup menyulitkan pelanggan yang hendak datang ke tempat usahanya. Kendaraan yang mengantre BBM kerap memenuhi area depan toko sehingga konsumen kesulitan mencari ruang untuk berhenti.
“Sekarang sudah mulai ada ruang. Pelanggan lebih mudah masuk,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan Heri, pelaku usaha jus buah, Juice Me Up. Ia mengaku aktivitas penjualan mulai kembali bergerak setelah akses menuju tempat usahanya tidak lagi sepenuhnya terhalang antrean kendaraan.
“Ya Alhamdulilah, sekarang konsumen mau beli jus sudah bisa parkir. Tapi, yang masih jadi kendala ini, belum waktunya mengisi, kendaraan roda empat seperti angkot sudah mengantre,” katanya.
Ia berharap, penyaluran Pertalite di Balikpapan ini bisa kembali normal atau lebih baik lagi.
Sementara bagi Kasman, pengusaha velg mobil yang juga menyediakan jasa tambal dan isi angin kendaraan roda empat, perubahan pola pelayanan tersebut membuat aktivitas usahanya lebih nyaman.
Sebelumnya, ia mengaku tak jarang harus berhadapan dengan pengendara yang tengah mengantre ketika ada konsumen hendak masuk ke tempat usahanya. Kondisi itu terjadi ketika pelanggan datang untuk mengganti velg atau ban, maupun sekadar mengisi angin.
Kini, kendaraan pelanggan relatif lebih mudah mendapatkan ruang untuk berhenti dan mengakses tempat usaha.
Bagi para pelaku usaha, perubahan tersebut menjadi angin segar. Sebab, persoalan antrean BBM ternyata tidak hanya berkaitan dengan kelancaran masyarakat memperoleh bahan bakar, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di sekitar SPBU.
Setiap ruang jalan yang tertutup antrean berarti berkurangnya akses konsumen menuju toko, jasa, maupun usaha mikro yang menggantungkan aktivitasnya dari lalu lintas kendaraan.
Karena itu, para pelaku usaha berharap pengaturan pelayanan dan distribusi Pertalite dapat terus ditata agar antrean semakin terkendali tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Antrean BBM masih menjadi pekerjaan yang perlu dibenahi. Namun, perubahan pola pelayanan di SPBU COCO MT Haryono setidaknya mulai membuka kembali ruang bagi aktivitas usaha.
Harapannya, distribusi BBM semakin tertib, antrean dapat terus ditekan, dan kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap terpenuhi tanpa mengorbankan denyut ekonomi pelaku usaha di sepanjang Jalan MT Haryono.
Editor : Maria Irham