Titik Api Muncul Lagi di Poros Balsam KM 47, Petugas Gabungan Pacu Pemadaman Sebelum Meluas

M Ibrahim • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:52 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan melakukan upaya pemadaman di kawasan lahan seluas kurang lebih 2 hektare.
PEMADAMAN: Tim gabungan melakukan upaya pemadaman di kawasan lahan seluas kurang lebih 2 hektare.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kemunculan api di kawasan poros Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan-Samarinda (Balsam), KM 47, langsung direspon tim gabungan dengan melakukan upaya pemadaman di darat dan udara.

Kemunculan kembali titik api di kawasan tersebut langsung direspons melalui operasi gabungan dengan mengerahkan metode water bombing dari udara serta pemadaman secara manual di lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas. Lokasi tersebut sebelumnya telah mengalami kebakaran pada 3 September 2026 dan sempat berhasil dipadamkan.

Namun, munculnya kembali titik api membuat tim gabungan segera melakukan penanganan lanjutan guna mencegah bara maupun api yang kembali muncul berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Baca Juga: Ikut Lari di Kideco Run 2026, Wagub Seno Aji Puji Efek Domino Tambang untuk Ekonomi Paser

Penanganan dimulai sekitar pukul 11.30 Wita dengan melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), BNPB dan TNI. Upaya pemadaman turut diperkuat personel Polsek Samboja, BKO Brimob Polda Kaltim, KPHK Tahura Bukit Soeharto, PMI serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dari udara, sebanyak lima kali water bombing dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses secara langsung.

“Di darat, personel melakukan pemadaman manual menggunakan sejumlah peralatan pemadam kebakaran sekaligus melakukan penyisiran terhadap area yang masih berpotensi menyimpan bara,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi.

Keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla menjadi bagian penting untuk memastikan setiap titik api dapat segera dikendalikan. “Sinergi seluruh unsur sangat penting agar titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ungkapnya.

Baca Juga: Kideco Run 2026 Sukses Guncang Paser, Dongkrak Hotel dan UMKM Lokal

Kebakaran tersebut diperkirakan berdampak lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Sebanyak 19 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan, terdiri dari personel Polsek Samboja, BKO Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, UPTD KPHK Tahura Bukit Soeharto, PMI Samboja Barat serta MPA Kelurahan Bukit Merdeka.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan terbuka dan mudah terbakar,” harapnya. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
karhutla Kaltim Jalan Poros Balsam Water Bombing BNPB polda kaltim Tahura Bukit Soeharto