BALIKPAPAN – Erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Sebanyak 28 penerbangan dari dan menuju Balikpapan dibatalkan hingga Minggu (6/9) pukul 17.00 WITA.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan R. Iwan Winaya Mandar mengatakan, pembatalan tersebut terdiri atas 13 penerbangan kedatangan dari Jakarta dan 15 penerbangan keberangkatan menuju Jakarta.
Pembatalan terjadi setelah sejumlah bandara di Jawa dan Sumatra ditutup sementara akibat paparan abu vulkanik. Di antaranya Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Husein Sastranegara di Bandung, serta Radin Inten II di Lampung.
“Hingga sore ini, tercatat 13 penerbangan kedatangan (arrival) dari Jakarta dan 15 penerbangan keberangkatan (departure) menuju Jakarta yang dibatalkan,” ungkap Iwan.
Menurutnya, pembukaan kembali rute terdampak masih menunggu hasil pengujian abu vulkanik atau paper test yang dilakukan BMKG bersama pemangku kepentingan terkait di bandara tujuan secara berkala.
Paper test dilakukan dengan membentangkan kertas khusus di area terbuka untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik. Hasil pengujian tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan keamanan operasional penerbangan.
Baca Juga: Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 21.30
“Jika hasil paper test menyatakan negatif abu vulkanik, rute penerbangan menuju Cengkareng dan sekitarnya dapat sewaktu-waktu dibuka kembali. Penutupan ini bersifat sementara sembari memantau kondisi di lapangan,” terangnya.
Meski pembatalan penerbangan disebabkan kondisi kahar atau force majeure, maskapai tetap memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang terdampak. Fasilitas yang disediakan meliputi penjadwalan ulang, pengalihan rute, hingga pengembalian dana tiket.
Bagi penumpang yang tetap harus melakukan perjalanan ke Pulau Jawa, manajemen Bandara SAMS Sepinggan menyarankan menggunakan rute alternatif. Penerbangan menuju Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya sejauh ini masih beroperasi normal.
“Penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa bisa memanfaatkan rute-rute alternatif tersebut,” kata Iwan.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di terminal, manajemen bandara juga menerapkan rencana kontinjensi. Sejumlah konter check-in dialihfungsikan menjadi customer desk tambahan untuk mempercepat layanan bagi penumpang yang mengurus refund, reschedule, maupun reroute.
Selain itu, personel maskapai dan ground handling diperbanyak. Penumpang terdampak juga mendapat service recovery berupa air mineral dan makanan ringan selama menunggu kepastian penerbangan.
Editor : Muhammad Ridhuan