Selama tiga hari pelaksanaan 3-5 September 2026, jumlah pengunjung yang hadir melampaui perkiraan. Tidak sekadar berbelanja buku atau melihat produk UMKM, masyarakat juga memanfaatkan berbagai fasilitas layanan perpustakaan secara intensif.
Kepala Disputakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengungkapkan tak menyangka mendapat antusias dan respons tinggi masyarakat dari penyelenggaraan bazar tersebut. Bahkan melebihi perkiraan awal.
“Setelah berjalan, ternyata respons masyarakat lebih besar dari yang kami perkirakan. Setiap hari angkanya bisa melewati 500 orang,” ujar Neny kepada awak media.
Dampak positif dari ramainya pengunjung ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah anggota baru. Disputakar mencatat, lebih dari 50 orang per hari mendaftarkan diri sebagai anggota perpustakaan.
Menurut Neny, fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan perpustakaan fisik masih memegang peranan penting di tengah masyarakat. Mereka tidak berhenti pada kunjungan selama event saja.
“Ada yang memilih menjadi anggota perpustakaan. Bagi kami, ini menjadi tanda bahwa fasilitas dan koleksi yang tersedia masih dibutuhkan,” jelasnya.
Guna menjaga konsistensi animo tersebut, Disputakar berencana menyiapkan program literasi lanjutan secara berkala. Langkah ini diambil agar kunjungan masyarakat ke perpustakaan tetap tinggi, tidak hanya saat ajang bazar berlangsung.
Neny juga mengimbau warga yang belum menjadi anggota untuk segera mendaftar. Layanan pembuatan kartu keanggotaan ini dipastikan gratis dan memakan waktu singkat.
“Kalau belum punya kartu, masyarakat bisa langsung mendaftar. Tidak ada biaya untuk menjadi anggota, sehingga kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan,” ajaknya.
Fasilitas keanggotaan ini memberikan hak bagi pemustaka untuk meminjam hingga tiga buku selama maksimal 10 hari kerja. Sementara itu, bagi warga yang belum memiliki kartu tetap diizinkan membaca seluruh koleksi buku secara langsung di area perpustakaan.
Selain misi literasi, kegiatan ini juga berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal dengan menggandeng para pelaku UMKM. Penggabungan konsep bazar buku dan produk UMKM dalam satu ruang memberikan pengalaman berbelanja yang unik bagi pengunjung.
“Ketika masyarakat datang mencari buku, mereka juga punya pilihan untuk melihat produk yang dijual pelaku UMKM. Jadi satu kegiatan bisa memberikan manfaat dari sisi literasi sekaligus membuka kesempatan bagi UMKM,” pungkas Neny. (*)
Editor : Ismet Rifani