KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan kompleks sekolah terpadu di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, menunjukkan tren positif. Progres pengerjaan fisik gedung TK Pembina II dan SMP 29 tersebut dilaporkan berjalan lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyampaikan laporan konsultan proyek bahwa berdasarkan jadwal kerja, progres pembangunan awalnya diperkirakan baru mencapai 40 persen. Namun, realisasi di lapangan saat ini sudah melesat menembus angka 70 persen.
"Kami berharap paling tidak November sudah rampung, sehingga penerimaan siswa tahun 2027 sudah bisa berjalan," ujar Rahmad.
Baca Juga: Sopir Kadis hingga Penasihat Hukum Terseret Sindikat Sabu-Ekstasi di Balikpapan
Sekolah terpadu ini memanfaatkan lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) yang telah diserahkan pengembang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Kehadiran fasilitas pendidikan terpadu ini dinilai sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan akses sekolah bagi warga di wilayah Balikpapan Utara.
Pada tahap awal, SMP 29 akan menyediakan 12 rombongan belajar (rombel), sedangkan TK Pembina II disiapkan untuk 6 rombel. Jumlah ruang kelas tersebut dipastikan akan terus ditambah seiring pertumbuhan daya tampung siswa.
Tak berhenti di situ, Pemkot Balikpapan juga membuka peluang untuk menghadirkan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan yang sama. Gagasan ini mengadopsi keberhasilan konsep sekolah terpadu yang telah diterapkan di kawasan Balikpapan Islamic Center.
Baca Juga: ITK Kembangkan Baterai dari Limbah TKKS, Dorong Hilirisasi Energi Hijau
"Kalau masih ada lahan, kita juga akan minta provinsi untuk bisa membangun SMA," tuturnya.
Namun, Pemkot Balikpapan perlu berdiskusi lebih lanjut dengan pihak Grand City terkait kesediaan pengembang menyerahkan tambahan lahan fasilitas umum seluas satu hektare lagi.
Mengenai rencana pembangunan sekolah baru di wilayah lain pada tahun depan, Rahmad menyatakan bahwa pemerintah daerah terus mencermati situasi dan kebutuhan riil masyarakat. Ia mencatat, selama lima tahun masa kepemimpinannya, Pemkot Balikpapan telah membangun tujuh sekolah baru demi menjamin hak anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Rahmad juga menegaskan bahwa penambahan sekolah negeri bukan bertujuan mematikan sekolah swasta, melainkan bentuk ikhtiar memperluas akses pendidikan secara adil. Salah satu wujud nyatanya adalah kerja sama Pemkot Balikpapan dengan 15 sekolah swasta untuk menanggung biaya pendidikan para siswa.
Lewat program tersebut, pemerintah menanggung uang pangkal, menyalurkan subsidi SPP, serta membagikan seragam secara cuma-cuma. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi kesenjangan mutu maupun beban biaya yang memberatkan antara sekolah negeri dan swasta. (*)
Editor : Duito Susanto