PPP Balikpapan Bidik Gen Z dan Pesantren, Optimistis Tambah Kursi di Pemilu Mendatang

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:14 WIB
Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis.
Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis.

KALTIMPOST.ID-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memetakan basis pemilih untuk memperkuat posisi pada pemilu mendatang.

Di Balikpapan, pemilih muda hingga lingkungan pondok pesantren menjadi kelompok yang akan diperluas jangkauannya.

Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis menilai pergerakan DPC PPP Balikpapan cukup masif. Konsolidasi yang saat ini dikomandoi Iwan Wahyudi bersama Nurhadi Saputra dinilai membuka peluang bagi partai berlambang Kakbah tersebut menambah kursi legislatif.

“DPC Balikpapan saya lihat gerakannya cukup bagus dan cukup masif, yang dikomandani oleh Iwan bersama Nurhadi,” kata Gamalis, Selasa (15/9).

Baca Juga: Dilmil Balikpapan Belajar ke Banjarmasin, Ini Strategi yang Dipelajari untuk Kejar Predikat WBK dan

Menurut wakil bupati Berau itu, pengalaman dan kapasitas kedua figur tersebut menjadi salah satu modal PPP menghadapi kontestasi politik berikutnya.

“Kalau kita lihat dari sisi pengalaman Iwan dan Nurhadi, saya kira kita optimistis dengan Balikpapan untuk menambah kursi ke depan,” ujarnya.

Gamalis mengatakan, PPP sebenarnya telah memiliki basis pemilih di Balikpapan. Selain basis massa Iwan dan Nurhadi, kekuatan tersebut diperkuat dukungan yang dimiliki Kasriyah.

Namun, mempertahankan basis lama saja dinilai belum cukup. PPP perlu memperluas jangkauan, terutama kepada generasi Z yang akan menjadi bagian penting dalam peta pemilih mendatang.

Gamalis menilai usia Iwan dan Nurhadi yang relatif muda menjadi keuntungan untuk membangun komunikasi dengan kelompok tersebut.

“Untuk masuk ke kalangan Gen Z, mereka lebih mudah dan lebih bisa menjangkau kalangan tersebut,” katanya.

Baca Juga: Oknum Guru SMA di Balikpapan Diduga Cabuli Bocah 8 Tahun di Tempat Bimbel, Kasus Ditangani Polisi

Selain pemilih muda, PPP membidik lingkungan pondok pesantren. Jaringan keagamaan para kader dinilai menjadi modal untuk memperluas dukungan di kelompok tersebut.

Pendekatan itu akan diperkuat melalui Kasriyah serta kader senior yang memiliki latar belakang organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Ditambah lagi dari sisi keagamaan, mereka memiliki potensi untuk masuk ke pesantren-pesantren,” ujarnya.

Meski optimistis, Gamalis mengakui persaingan politik di Balikpapan tidak ringan. Kemunculan partai-partai baru akan menambah kompetisi dalam memperebutkan suara masyarakat.

“Tantangan di Balikpapan hari ini, kalau kami lihat, adalah timbulnya partai-partai baru,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
PPP Kaltim karhutla Kaltim letjen lucky avianto ibu kota nusantara Kutai Barat