BDK Balikpapan Buka Evaluasi Layanan ke Publik, Masukan Pengguna Bakal Jadi Dasar Perbaikan

Ainur Rofiah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:06 WIB
Forum Konsultasi Publik sekaligus Stakeholder Gathering. (FOTO AINUR ROFIAH/KP)
Forum Konsultasi Publik sekaligus Stakeholder Gathering. (FOTO AINUR ROFIAH/KP)

KALTIMPOST.ID-Balai Diklat Keuangan (BDK) Balikpapan membuka ruang bagi pengguna layanan untuk ikut mengevaluasi kualitas pelayanan.

Masukan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan standar layanan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan.

Upaya itu dilakukan melalui Forum Konsultasi Publik sekaligus Stakeholder Gathering di Aula BDK Balikpapan, Jalan Letkol Pol HM Asnawi, Rabu (16/9).

Kepala BDK Balikpapan Warid Sudarmanto mengatakan, forum tersebut menjadi sarana menyosialisasikan standar pelayanan sekaligus menghimpun masukan langsung dari pengguna.

“Masukan dari Bapak-Ibu ini tentunya akan menjadi bahan bagi kami untuk melakukan evaluasi, review, dan penyempurnaan terhadap standar layanan kami,” katanya.

Baca Juga: Bisnis Pegadaian Tumbuh 19 Persen, Nasabah Makin Jarang ke Outlet tapi Nilai Transaksi Justru Membes

Menurut Warid, standar pelayanan merupakan bentuk komitmen sekaligus janji kepada masyarakat.

Karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan kebutuhan dan harapan pengguna.

Evaluasi mencakup sejumlah aspek layanan pembelajaran. Mulai kemudahan akses, kejelasan informasi, kecepatan pelayanan, responsivitas, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pengguna secara inklusif.

Forum tersebut juga menjadi ruang memperkuat komunikasi BDK Balikpapan dengan pemangku kepentingan. Wilayah kerja BDK Balikpapan mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

“Kami berkomitmen untuk ke depan menindaklanjuti masukan-masukan yang disampaikan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan organisasi,” ujar Warid.

Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai Mochamad Mulyono mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut.

Menurutnya, komunikasi antarpemangku kepentingan perlu dijaga untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan.

“Pertemuan antarpemangku kepentingan itu perlu terus dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan membangun sinergi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan,” katanya.

Melalui forum tersebut, evaluasi layanan tidak berhenti pada penilaian internal. Perspektif pengguna diharapkan menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan BDK Balikpapan secara berkelanjutan. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim letjen lucky avianto penajam paser utara ibu kota nusantara Kutai Barat