KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Balikpapan mencatatkan performa finansial positif. Hingga Agustus 2026, akumulasi omzet seluruh KKMP di Balikpapan berhasil menembus angka lebih dari Rp2 miliar.
Kontribusi terbesar disumbang oleh KKMP Kelurahan Manggar yang mencatatkan omzet hingga Rp500 juta dalam satu bulan.
Baca Juga: Sistem Kelistrikan Melak Terganggu, PLN Minta Maaf Belum Bisa Pastikan Listrik Normal
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma, menyampaikan bahwa setelah sukses menyalurkan bahan pokok penting, pihaknya kini menargetkan peluang bisnis baru, salah satunya penyediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.
“Kami masih menunggu juknis dari Pertamina Patra Niaga. Bagaimana Koperasi Kelurahan Merah Putih statusnya nanti bisa menjadi pangkalan gas subsidi,” ujar Heruressandy.
Baca Juga: Ditangkap di Hotel Muara Wahau, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Poket Sabu
Ia menambahkan, pihaknya menanti arahan pemerintah pusat terkait teknis pelaksanaan peluang bisnis tersebut. Di sisi lain, Heruressandy mendorong KKMP untuk aktif membangun kerja sama antarkoperasi yang berada di luar wilayah Balikpapan. “Jadi, berdaya buat masyarakat dan kepentingan umum juga,” tuturnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memfasilitasi penyediaan lahan untuk pembangunan fisik gerai dan gudang. Sebagian besar fasilitas KKMP memanfaatkan aset Pemkot Balikpapan.
Khusus KKMP Sepinggan Raya, fasilitas berdiri di atas lahan hasil kerja sama dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII. Sementara itu, pemanfaatan aset lahan milik BUMN sisanya masih dalam tahap penjajakan.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Olahraga, IPF Paser Gelar Coaching Clinic Pelatih Pickleball Pertama di Kaltim
Pembangunan fisik gerai dilakukan oleh Kementerian Koperasi melalui PT Agrinas yang bekerja sama dengan Danantara. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026, seluruh aset gerai koperasi tersebut ditetapkan sebagai aset milik pemerintah kota.
Sejak mulai dibentuk pada 2025, Balikpapan memiliki 34 unit KKMP yang tersebar di setiap kelurahan. Pada tahap awal, KKMP bermitra langsung dengan BUMN untuk memangkas rantai distribusi komoditas pangan utama seperti beras, gula, dan minyak goreng ke masyarakat.
”Saat ini, sekitar 60 persen atau 19 hingga 20 unit KKMP telah aktif beroperasi menjual bahan pokok penting (bapokting),” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki