Imbas El Nino Kerek Harga Pangan, Disdag Balikpapan Wanti-wanti Distributor Soal HET  

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:12 WIB
Pemkot Balikpapan mewanti-wanti distributor pangan tidak menjual melebihi HET di saat kebutuhan meningkat selama musim kemarau. (ANGGI PRADITHA/KP)
Pemkot Balikpapan mewanti-wanti distributor pangan tidak menjual melebihi HET di saat kebutuhan meningkat selama musim kemarau. (ANGGI PRADITHA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perubahan cuaca ekstrem dan fenomena El Nino mulai berdampak pada stabilitas harga bahan pokok di Kota Balikpapan. Sejumlah komoditas pertanian yang bergantung pada kondisi alam, seperti sayur-mayur, cabai, hingga beras, dilaporkan mengalami kenaikan harga di pasaran.

Baca Juga: Produksi Sayur Balikpapan Anjlok 60 Persen, DKP3 Siapkan Sumur Bor Darurat

​Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan bergerak cepat memperketat pengawasan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman bagi masyarakat.

​Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, membenarkan bahwa pergerakan harga komoditas pangan saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan dari daerah penghasil.

​"Kalau melihat kondisi sekarang, memang ada beberapa komoditas yang bergerak naik. Sayuran, cabai, dan beras cukup terpengaruh karena produksinya sangat bergantung pada cuaca," ujar Haemusri.

Baca Juga: Peringatkan Mahasiswa Poltekkes Kaltim, KPK Sebut Korupsi Besar Berawal dari Petty Corruption

​Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang makin tinggi, Disdag Balikpapan tidak bergerak sendiri. Pemantauan langsung ke lapangan dilakukan bersama tim gabungan dari Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur dan Satgas Pangan Polres.

​"Kami cek langsung ke pasar bersama Satgas Pangan. Dari Polda Kaltim maupun Polres juga ikut memantau, sehingga perkembangan harga di lapangan bisa kami lihat secara langsung," jelas Haemusri.

Baca Juga: Pinjaman di BPD Kaltim Sisa Rp 83 Miliar, Pemkab PPU Target Lunas Sebelum Akhir Tahun

​Dari hasil inspeksi tersebut, Disdag mengingatkan para pelaku usaha dan distributor untuk tetap mematuhi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET). Distributor diminta tidak menjual bahan pangan melebihi batas HET kepada pedagang pengecer agar harga di tingkat konsumen akhir tidak melambung tinggi.

​Meski tren kenaikan harga terjadi di beberapa komoditas, Haemusri mencatat masih banyak pedagang yang bertahan menjual barang dagangannya sesuai patokan harga resmi pemerintah.

​"Masih ada pedagang yang menjual sesuai HET. Jadi, tidak semuanya mengalami kenaikan di atas ketentuan," jelasnya.

​Selain memperketat inspeksi pasar, Disdag Balikpapan terus mengintensifkan koordinasi dengan para distributor guna menjamin alur pengiriman dan rantai pasok pangan ke Kota Balikpapan tidak mengalami hambatan. (*)

Editor : Sukri Sikki
produksi DISDAG BALIKPAPAN el nino perdagangan sayur