BALIKPAPAN – Sebanyak 43 perguruan tinggi negeri se-Indonesia menampilkan karya dan inovasi di bidang wahana terbang tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka adalah finalis Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026, garapan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), bersama Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Mewakili Kemdiktisaintek, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Beny Bandanadjaja menjelaskan, KRTI hadir sebagai ruang bagi karya teknologi generasi muda agar tidak berhenti pada tahap gagasan. Tetapi dapat diuji, dikembangkan, dan diarahkan menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kompetisi ini bukan sekadar arena untuk menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa. Wahana terbang tanpa awak yang mampu memetakan wilayah luas, menjangkau titik evakuasi yang sulit, dan memantau kondisi lapangan dari udara bukan sekadar objek perlombaan. Lebih dari itu, inovasi ini adalah solusi nyata yang kelak akan sangat diandalkan negara dalam penanggulangan bencana dan kemanusiaan,” jelasnya.
Terkait itu, Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto menambahkan bahwa teknologi UAV kini telah berkembang jauh melampaui fungsinya sebagai perangkat hobi. UAV telah menjadi salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, pemetaan, mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, logistik, hingga pertanian.
Teknologi ini, lanjutnya, telah menjadi instrumen penting di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pemetaan, mitigasi bencana, lingkungan, logistik, hingga pertanian.
“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat kolaborasi, persahabatan, dan jejaring para inovator muda Indonesia,” katanya.
Hadir dalam pembukaan acara pada Senin (21/9), Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik keikutsertaan para finalis dari berbagai penjuru Indonesia. Kedatangan mahasiswa ke IKN, dinilai memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengikuti kompetisi.
“Harapannya, para peserta pulang membawa cerita tentang kota masa depan yang sedang kita bangun bersama ini,” ujar Basuki.
Pembukaan KRTI 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian, Deputi Bidang Transportasi Hijau dan Digital OIKN, Komandan Lanud Dhomber, Kepala Polresta IKN, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Timur, serta para pejabat, tokoh, dan pakar UAV Indonesia.
Pembukaan ditandai secara simbolis melalui penancapan tongkat dengan ornamen menyerupai drone. Dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir KRTI, parade defile peserta, serta penampilan berbagai produk hasil penelitian dan pengembangan dari masing-masing tim finalis. (*)
Editor : Ismet Rifani